Jakarta, Potretnusantara.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mendorong perguruan tinggi untuk membuka dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dadan mengatakan, pengelolaan SPPG oleh kampus tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga dapat dijadikan sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
“Saya kira kampus perlu memahami ini karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa, pasokannya berasal dari civitas academica sendiri,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Makassar, Selasa (28/4/2026) dikutip dari keterangan pers.
Ia menjelaskan, kebutuhan produksi pangan dalam program MBG sangat besar, sehingga membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik lapangan. Untuk memenuhi kebutuhan satu SPPG, dibutuhkan sekitar 8 hektare lahan sawah untuk suplai beras, serta 19 hektare lahan jagung guna mendukung kebutuhan pakan ternak.
Di sektor peternakan, satu SPPG juga memerlukan sekitar 4.000 ayam petelur untuk memastikan ketersediaan protein hewani setiap hari.
“Kalau ingin telurnya dipasok sendiri, harus ada sekitar 3.700 sampai 4.000 ayam petelur untuk satu SPPG,” tutur Dadan.
Lebih lanjut, Dadan menilai keberadaan SPPG di lingkungan kampus dapat melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pengelolaan pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
Dengan demikian, SPPG berpotensi menjadi laboratorium hidup bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasi, mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok.
“SPPG ini menjadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal. Jadi bukan hanya soal memberi makan, tapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” kata Dadan.
Sumber: Tempo.com
Editor: Tim Redaksi












