Pendidikan

Pilrek UNM 2027–2031: Prof Sukardi Weda Raih Nomor Urut 1, Siap Wujudkan Reputasi Global

×

Pilrek UNM 2027–2031: Prof Sukardi Weda Raih Nomor Urut 1, Siap Wujudkan Reputasi Global

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Prof. Dr. Sukardi Weda memperoleh nomor urut 1 dalam proses penentuan nomor urut bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031. Penentuan nomor urut tersebut berlangsung dalam Rapat Senat Tertutup di Ruang Sidang Senat, lantai 14 Gedung Menara Pinisi, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Rapat senat tersebut dihadiri tujuh bakal calon rektor yang akan bersaing dalam pemilihan rektor (pilrek) UNM. Hasil penentuan nomor urut menempatkan Prof. Dr. Sukardi Weda pada urutan pertama, disusul enam bakal calon lainnya.

Adapun nomor urut 2 ditempati Prof. Dr. Aslinda, nomor urut 3 Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, nomor urut 4 Prof. Dr. Suwardi Annas, nomor urut 5 Prof. Dr. Hasmyati, nomor urut 6 Dr. Arifin Manggau, dan nomor urut 7 Prof. Dr. Ismunandar.

Sukardi Weda, yang dikenal dengan sebutan Profesor Pembelajar, tampak gembira setelah memperoleh nomor urut pertama. Ia mengaku memiliki keinginan untuk mendapatkan nomor urut 1 dalam setiap kesempatan serupa.

Proses penentuan nomor urut berlangsung melalui dua tahapan. Pada tahap pertama, para bakal calon mengambil bola dari wadah kaca untuk menentukan giliran memilih gulungan kain berlogo UNM yang berjumlah tujuh buah.

Sukardi Weda memperoleh angka 1 pada pengambilan bola tersebut. Ia kemudian memilih salah satu gulungan kain yang tersedia dan, dalam hitungan detik, mengambil gulungan yang berada di bagian tengah. Dengan penuh keyakinan, ia berharap gulungan tersebut memuat nomor urut 1. Hasilnya sesuai dengan harapannya.

Bagi Sukardi Weda, nomor urut pertama merupakan hal yang patut disyukuri. Selain menjadi pencapaian tersendiri dalam tahapan pemilihan, nomor tersebut memberinya kesempatan pertama untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja strategis apabila tahapan pemilihan berlanjut sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, memperoleh nomor urut 1 merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, dan program strategis bagi kemajuan UNM,” ujar Sukardi Weda.

Catatan: Kutipan langsung tersebut merupakan rumusan berdasarkan isi naskah, bukan kutipan verbatim yang telah dikonfirmasi. Sebelum diterbitkan, redaksi perlu memastikan kesesuaiannya dengan pernyataan asli narasumber.

Dalam pencalonannya, Sukardi Weda membawa visi menjadikan UNM sebagai World Class University Leader, yakni perguruan tinggi yang memiliki reputasi global dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Ia ingin UNM tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memperkuat posisinya dalam persaingan pendidikan tinggi internasional. Upaya tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Sukardi Weda, UNM perlu terus berbenah agar mampu mencapai posisi yang lebih baik dalam pemeringkatan perguruan tinggi dan memperkuat reputasinya di tingkat dunia.

“UNM harus menjadi perguruan tinggi unggul dalam tridarma, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai penguatan mutu akademik dan tata kelola institusi menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Karena itu, diperlukan strategi yang terukur, sistem manajemen yang efektif, serta komitmen bersama seluruh sivitas akademika.

Untuk mendukung pencapaian visi dan misi tersebut, Sukardi Weda berencana menerapkan pendekatan Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) apabila terpilih memimpin UNM untuk periode 2027–2031.

MBNQA merupakan kerangka manajemen mutu dan keunggulan kinerja organisasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi serta meningkatkan kepemimpinan, strategi, tata kelola, dan hasil kinerja institusi.

Melalui pendekatan tersebut, ia berharap pengelolaan UNM semakin berorientasi pada kualitas, evaluasi berkelanjutan, dan pencapaian kinerja yang terukur. Penerapan sistem manajemen mutu ini diharapkan dapat memperkuat daya saing universitas sekaligus mendukung peningkatan reputasi akademik di tingkat internasional.

“Jika diberi amanah memimpin UNM, peningkatan mutu dan penguatan tata kelola akan menjadi bagian penting dari strategi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi global,” ungkapnya.

Perolehan nomor urut 1 menjadi langkah awal bagi Sukardi Weda dalam tahapan pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031. Tantangan berikutnya adalah meyakinkan senat dan seluruh pemangku kepentingan melalui visi, misi, serta program strategis yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kemajuan universitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *