Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Institut Hasan Sulur (IHS) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, merealisasikan program beasiswa senilai Rp1 miliar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Program tersebut menjadi wujud komitmen perguruan tinggi swasta itu dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 35 mahasiswa dari empat program studi di Institut Hasan Sulur menjadi penerima beasiswa tersebut. Keempat program studi itu meliputi Sistem Informasi, Teknik Informatika, S1 Administrasi Kesehatan, dan D3 Keperawatan.
Para mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut merupakan mereka yang tidak mendapatkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah maupun program beasiswa lainnya dari pemerintah. Bantuan ini diberikan sebagai upaya menjangkau mahasiswa yang belum terakomodasi dalam program bantuan pendidikan pemerintah.
Kegiatan pemberian beasiswa berlangsung di aula Kampus Institut Hasan Sulur, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.
Dalam kegiatan tersebut, pihak kampus juga melaksanakan wawancara dengan melibatkan wali atau orang tua masing-masing mahasiswa.
Rektor Institut Hasan Sulur, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur, S.P., M.Si., mengatakan realisasi beasiswa senilai Rp1 miliar merupakan bentuk kepedulian institusinya terhadap generasi muda yang menghadapi keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.
“Ini merupakan komitmen kami di Institut Hasan Sulur di Hari Sumpah Pemuda dengan memberikan beasiswa sebesar Rp1 miliar,” ujar Agusnia, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, bantuan pendidikan tersebut tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik, tetapi juga kepada mereka yang mempunyai keinginan kuat untuk berkuliah namun terkendala biaya.
“Tujuannya untuk mengapresiasi mahasiswa berprestasi dan yang tidak mampu,” katanya.
Agusnia menilai keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu kendala bagi generasi muda dalam mengakses pendidikan tinggi.
Sementara itu, program bantuan pendidikan dari pemerintah dinilainya belum mampu menjangkau seluruh calon mahasiswa yang membutuhkan.
“Kami sangat merespons anak-anak yang ingin berkuliah, tetapi tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, kami hadir untuk mengurangi beban mereka. Kami tahu bahwa beasiswa dari pemerintah sangat terbatas dan memiliki banyak persyaratan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemberian beasiswa tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Institut Hasan Sulur melalui Yayasan Tomatindo Dilimboro berkomitmen melanjutkan program bantuan pendidikan secara rutin setiap tahun.
“Institut Hasan Sulur melalui Yayasan Tomatindo Dilimboro setiap tahunnya akan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang ingin melanjutkan kuliah, tetapi tidak memiliki biaya,” tegasnya.
Melalui realisasi program beasiswa tersebut, Institut Hasan Sulur berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten Polewali Mandar yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terhambat persoalan biaya.
Agusnia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Tomatindo Dilimboro atas dukungan yang diberikan dalam merealisasikan program beasiswa tersebut. Menurutnya, dukungan yayasan menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membantu mahasiswa berprestasi dan kurang mampu dalam mewujudkan cita-cita mereka.















