KesehatanNews

Kasus ISPA dan Pneumonia Balita Disorot, PMII Desak Pemkab Polman Benahi Lingkungan

×

Kasus ISPA dan Pneumonia Balita Disorot, PMII Desak Pemkab Polman Benahi Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id — Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Polman mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, membenahi pengelolaan lingkungan dan memperkuat upaya pencegahan penyakit pernapasan.

Desakan itu muncul setelah data yang mereka soroti menunjukkan tingginya temuan pneumonia pada balita dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah tersebut.

Dalam data yang menjadi perhatian mereka, Polman tercatat memiliki 420 kasus pneumonia balita, tertinggi di Sulawesi Barat. Sementara itu, akumulasi kasus ISPA sebelumnya dilaporkan mencapai 1.021 kasus.

Aktivis PMII Rayon FKM Polman, Zahrah, menilai tingginya angka tersebut harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi upaya perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita.

Menurut Zahrah, persoalan ISPA dan pneumonia tidak cukup ditangani melalui pelayanan medis. Pemerintah juga perlu memberi perhatian pada faktor risiko lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, paparan debu, hingga kualitas udara di kawasan permukiman.

“Buruknya tata kelola sampah, polusi debu infrastruktur, hingga penurunan kualitas udara bersih di tingkat akar rumput adalah akar masalah yang nyata,” tegas Zahrah dalam keterangan pers tertulis.

Meski demikian, hubungan antara tingginya kasus ISPA dan pneumonia dengan kondisi lingkungan perlu ditelusuri melalui data serta pemeriksaan yang memadai. Angka kasus saja belum cukup untuk memastikan bahwa persoalan sampah atau polusi menjadi penyebab langsung peningkatan penyakit tersebut.

Didukung KOPRI PMII Cabang Polman, PMII Rayon FKM mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengambil langkah konkret.

Mereka meminta pemerintah membenahi sistem pengelolaan sampah domestik dan mencegah pembakaran sampah secara terbuka di kawasan permukiman. Aktivitas tersebut dinilai berisiko menurunkan kualitas udara dan meningkatkan paparan asap bagi warga.

PMII juga mendesak pengawasan terhadap debu jalanan, terutama di kawasan yang terdampak aktivitas kendaraan berat dan pekerjaan infrastruktur. Penyiraman berkala di titik rawan debu turut diusulkan sebagai langkah pengendalian.

Selain itu, mereka meminta pemeriksaan lingkungan secara berkala terhadap potensi pencemaran dari kegiatan usaha atau industri yang berdekatan dengan permukiman warga.

Di sektor kesehatan, Zahrah dan PMII Rayon FKM mendorong puskesmas meningkatkan deteksi dini terhadap balita yang berisiko mengalami gangguan pernapasan, sekaligus memastikan ketersediaan obat-obatan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

Edukasi berbasis komunitas mengenai pencegahan ISPA, kebersihan udara di dalam rumah, serta pemenuhan gizi balita juga dinilai perlu diperkuat.

Zahrah menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong pemerintah mengambil langkah yang terukur untuk melindungi kesehatan masyarakat.

PMII berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penanganan pasien, tetapi juga memperkuat pencegahan melalui perbaikan lingkungan dan koordinasi lintas sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *