Bandung, Potretnusantara.co.id – Persatuan Mahasiswa Anak Terengganu (PERMATA) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) bersama Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) sukses menggelar rangkaian ASEAN Symposium on Higher Education di Jakarta dan Bandung, 22–28 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik, mobilitas mahasiswa, serta kolaborasi pendidikan tinggi antara perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Pada hari kelima rangkaian kegiatan, Sabtu, 26 September 2026, Komite Saintifik SEAAM sekaligus Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan simposium.
“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh mitra yang telah membuka pintu dan mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini,” kata Ismail saat ditemui di Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Ismail, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan dan pengalaman akademik, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas akademik di Asia Tenggara.
“Simposium ini bukan hanya seremoni pertukaran plakat, tetapi menjadi ikhtiar untuk menghidupkan ekosistem mobilitas akademik di Asia Tenggara,” ujarnya.
ASEAN Symposium on Higher Education merupakan salah satu agenda pengembangan jejaring SEAAM yang selama ini bergerak dalam program student mobility lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Setelah pelaksanaan perdana pada 2025 yang berlangsung di Malaysia dan Singapura, kegiatan tahun kedua pada 2026 digelar di Indonesia dengan mengambil lokasi di Jakarta dan Bandung.
Kolaborasi kegiatan melibatkan PERMATA UKM, SEAAM, serta Faculty of Design Communication, Hotel and Tourism (FDCHT) Bina Nusantara (Binus) University. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari UCYP University Malaysia dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.
Rangkaian kegiatan berlangsung di sejumlah institusi pendidikan dan mitra strategis, antara lain Binus University, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Universitas Indonesia (UI), dan Satu University.
Kegiatan tersebut dirancang dengan pendekatan kolaboratif melalui diskusi akademik, kunjungan institusi, serta pertemuan secara langsung dan daring.
Format hibrida yang diterapkan dalam kegiatan tersebut turut memperluas keterlibatan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa.
Sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi mengikuti forum secara daring, yakni IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, IAI DDI Sidrap, Universitas Muhammadiyah Barru, serta Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar.
SEAAM bersama empat perguruan tinggi tersebut juga menginisiasi pertemuan hibrida bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melalui sesi kolokium Kajian Asia Tenggara.
Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas peluang kerja sama akademik dan pengembangan program kolaboratif pada masa mendatang.
Keterlibatan perguruan tinggi dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kerja sama internasional dapat dikembangkan melalui jejaring antarkampus, termasuk dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan pertemuan hibrida.
SEAAM dalam pelaksanaan kegiatan ini juga memperoleh dukungan sekretariat dari Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP), termasuk fasilitasi sekretariat dan bantuan teknis selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan yang melibatkan mahasiswa asal Terengganu bersama mahasiswa dan akademisi di Indonesia menjadi bagian dari penguatan mobilitas dan interaksi akademik antarnegara.
Kolaborasi PERMATA UKM, SEAAM, dan FDCHT Binus University diwujudkan melalui dialog akademik, kunjungan antarkampus, serta pemanfaatan ruang virtual untuk mempertemukan peserta dari berbagai wilayah.
Hingga hari kelima pelaksanaan, rangkaian kegiatan telah mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia serta memperluas jejaring kolaborasi hingga sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi.
Rangkaian ASEAN Symposium on Higher Education dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari dan masih menyisakan dua hari agenda sebelum seluruh kegiatan ditutup.














