News

Perkuat Layanan Digital, Pendamping PKH Parangloe Dampingi Ketua Kelompok Daftar IKD dan Agen Perlinsos

×

Perkuat Layanan Digital, Pendamping PKH Parangloe Dampingi Ketua Kelompok Daftar IKD dan Agen Perlinsos

Sebarkan artikel ini

Gowa, Potretnusantara.co.id – Digitalisasi layanan perlindungan sosial terus didorong di tingkat masyarakat. Pendamping SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, mendampingi Ketua Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH melakukan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) sekaligus mendaftar sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Camat Parangloe, Kamis (1/10/2026). Tidak sekadar melakukan pendaftaran, para Ketua Kelompok juga mendapatkan edukasi langsung mengenai penggunaan aplikasi Perlinsos agar mampu memahami dan memanfaatkannya secara mandiri.

Ketua Tim Pendamping SDM PKH Kecamatan Parangloe, Milawanty, SE, mengatakan penguatan kapasitas Ketua Kelompok menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman KPM terhadap perkembangan layanan sosial berbasis digital.

“Ketua Kelompok memiliki peran strategis karena menjadi penghubung informasi kepada KPM. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan menggunakan layanan digital agar informasi yang disampaikan kepada KPM benar, cepat dan mudah dipahami,” ujar Milawanty.

Menurutnya, transformasi layanan sosial membutuhkan keterlibatan masyarakat di tingkat paling bawah. Ketua Kelompok KPM PKH diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi dan pendamping awal bagi anggota kelompoknya.

Sementara itu, Pendamping SDM PKH Kecamatan Parangloe, Muhammad Fadhil, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin Ketua Kelompok KPM PKH semakin melek digital. Mereka tidak hanya mengetahui adanya layanan, tetapi juga mampu menggunakannya dan kemudian membantu anggota kelompoknya,” kata Fadhil.

Fadhil menambahkan, kemampuan menggunakan layanan digital menjadi semakin penting di tengah perkembangan sistem pelayanan publik dan perlindungan sosial yang terus mengalami transformasi.

“Pendampingan bukan hanya soal menyampaikan informasi. Tugas kita adalah memastikan KPM memahami, mampu menggunakan dan mendapatkan manfaat dari layanan yang tersedia. Karena itu, kami akan terus membuka ruang edukasi dan pendampingan,” jelasnya.

Salah satu Ketua Kelompok KPM PKH yang mengikuti kegiatan tersebut, Nurhayati, menyambut baik pendampingan yang diberikan. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti proses pendaftaran IKD, pendaftaran Agen Perlinsos, serta praktik penggunaan aplikasi.

“Kami sangat terbantu karena diberikan pendampingan secara langsung. Sekarang kami lebih memahami cara menggunakan aplikasi Perlinsos dan apa manfaatnya bagi kami maupun anggota kelompok,” ujar Nurhayati.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada dirinya, tetapi dapat diteruskan kepada seluruh anggota kelompok KPM PKH.

“Insyaallah ilmu yang kami dapat hari ini akan kami sampaikan kepada anggota kelompok. Kami ingin semua KPM juga semakin paham dan tidak takut menggunakan layanan digital,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret SDM PKH Kecamatan Parangloe dalam mendorong KPM yang semakin adaptif terhadap teknologi, memahami layanan sosial, serta mampu mengambil peran dalam memperluas akses informasi di tengah masyarakat.

“Kami ingin KPM bukan hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga menjadi masyarakat yang semakin paham, mandiri dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengakses pelayanan sosial,” pungkas Muhammad Fadhil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *