Politik

Pemuda Desa Sulsel Konsolidasi Jaga Persatuan di Tengah Polemik Gibran

×

Pemuda Desa Sulsel Konsolidasi Jaga Persatuan di Tengah Polemik Gibran

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Pemuda desa se-Sulawesi Selatan memperkuat konsolidasi untuk menjaga persatuan di tengah dinamika politik dan hukum nasional yang berkaitan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Konsolidasi tersebut digerakkan Dewan Pimpinan Wilayah Solidaritas Pemuda Desa (DPW SPEDA) Sulawesi Selatan menyusul perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran.

Ketua Bidang Politik dan Hukum DPW SPEDA Sulsel, Muhammad Yasin, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, ia mengingatkan agar proses hukum tidak menjadi arena pertarungan politik lanjutan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi. Tetapi jangan sampai hukum dijadikan pintu belakang untuk menyelesaikan pertarungan politik yang tidak selesai di arena pemilu,” kata Yasin kepada awak media, Jumat (25/9/2026).

Menurut Yasin, Pemuda Desa se-Sulawesi Selatan melihat adanya kepentingan politik dalam polemik tersebut. Karena itu, ia meminta publik membedakan proses hukum dengan kepentingan politik yang menggunakan jalur hukum.

“Kalau ini murni kepentingan hukum, silakan diuji secara hukum. Tetapi kalau hukum hanya dijadikan kostum untuk kepentingan politik, rakyat juga berhak bertanya: sebenarnya yang sedang diperjuangkan supremasi hukum atau kursi kekuasaan?” tegasnya.

Yasin juga menilai demokrasi tidak boleh menjadi proses yang terus diulang hanya karena sebagian pihak tidak menerima hasil politik sebelumnya.

“Jangan karena kalah dalam kontestasi, kemudian mencari pintu lain untuk membatalkan hasilnya. Demokrasi bukan tombol reset yang bisa ditekan berkali-kali sampai hasilnya sesuai keinginan,” ujarnya.

Ia menegaskan, konsolidasi Pemuda Desa se-Sulawesi Selatan bukan untuk mengintervensi proses peradilan, melainkan menjaga agar dinamika politik nasional tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

“Kami dengan tegas menyatakan, Solidaritas Pemuda Desa se-Sulawesi Selatan siap mengawal Mas Gibran dalam keberadaan apa pun dan dalam kondisi apa pun dalam mengabdikan dirinya kepada rakyat, bangsa dan negara,” kata Yasin.

Menurutnya, pemuda desa memiliki peran dalam menjaga persatuan dan mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Pemuda desa jangan dijadikan penonton dalam pertarungan elite. Kami memilih menjaga persatuan, mengawal demokrasi dan memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi panglima,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *