Politik

Pengamat Unibos Soroti Dinamika Politik Appi, Sebut Kekuatan Figur Kian Menonjol

×

Pengamat Unibos Soroti Dinamika Politik Appi, Sebut Kekuatan Figur Kian Menonjol

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Dinamika politik yang melibatkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi dan Partai Golkar menjadi sorotan akademisi. Isu mengenai posisi Appi di Golkar Makassar dinilai berkaitan dengan fenomena politik yang semakin menonjolkan peran figur dalam kontestasi politik.

Pengamat Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Dr. Arief Wicaksono, mengatakan kecenderungan menguatnya peran figur dibandingkan identitas kelembagaan partai telah terlihat sejak era Reformasi.

Menurut Arief, perubahan tersebut antara lain tercermin dari kecenderungan pemilih yang mempertimbangkan personalitas kandidat dan strategi kampanye, selain identifikasi terhadap partai politik.

Ia merujuk penelitian Saiful Mujani dan R. William Liddle berjudul Indonesia: Personalities, Parties, and Voters yang diterbitkan dalam Journal of Democracy pada 2010. Penelitian tersebut menggunakan survei nasional terkait Pemilu 2009 dan menemukan bahwa dukungan terhadap pemimpin serta kandidat, pengaruh kampanye media, kondisi ekonomi, dan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pilihan pemilih. Sementara itu, identifikasi terhadap partai disebut mengalami penurunan.

“Kondisi ini dipertegas lagi oleh penelitian Suko Widodo (2015) tentang ‘Media Lokal dan Individuasi Politik’, yang menggambarkan secara eksplisit bagaimana personalisasi figur politisi dan peran media lokal menggeser peran tradisional partai politik,” ujar Arief, Rabu (23/9/2026).

Lebih lanjut, Arief menilai kecenderungan politik berbasis figur semakin terlihat dalam perkembangan politik nasional pada era Presiden Joko Widodo. Menurut dia, pola kampanye berbasis relawan turut memperkuat peran figur yang memiliki basis dukungan di luar struktur formal partai.

Dalam konteks dinamika politik Appi dengan Golkar, Arief menilai posisi politik Wali Kota Makassar tersebut memiliki sejumlah modal yang dapat memengaruhi daya tawarnya.

“Appi memiliki modal politik yang sangat komplit: basis relawan yang militan, dukungan anggota dewan, jaringan keluarga serta bisnis yang mengakar, hingga basis suara riil. Modal individual ini membuat daya tawar Appi jauh melampaui kelembagaan partai politik itu sendiri,” tegas Arief.

Arief mengatakan perkembangan politik saat ini menunjukkan adanya perubahan pola hubungan antara figur politik dan partai. Ia menilai kekuatan personal seorang politisi dapat menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam dinamika internal maupun eksternal partai.

Namun, perkembangan mengenai posisi Appi di Golkar perlu dibedakan antara isu politik yang berkembang dan keputusan resmi. Sebelumnya, pada Juli 2026, Appi menyatakan dirinya masih menjadi kader Partai Golkar dan membantah isu akan meninggalkan partai tersebut.

Arief juga menilai perubahan karakter politik tersebut membuat partai politik perlu memperhatikan perkembangan basis dukungan yang dimiliki figur-figur politik.

“Saat ini sedang tidak relevan lagi kita melakukan romantisme mengharap parpol tumbuh besar dan kuat. Realitas politik hari ini menunjukkan bahwa kekuatan nyata sedang dipegang oleh kekuatan figur, bukan lagi oleh partai politik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *