Peristiwa

5,21 Hektare Lahan Hangus Terbakar di Dua Kecamatan di Polman

×

5,21 Hektare Lahan Hangus Terbakar di Dua Kecamatan di Polman

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Kebakaran lahan kembali terjadi di dua kecamatan diantaranya Kecamatan Matakali dan Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (1/9/2026). Kebakaran yang terjadi mengakibatkan salah satu lokasi kebakaran dengan menghanguskan lahan sekitar sekitar 5,21 Hektare.

Dilokasi kebakaran pertama dilaporkan terjadi di lahan terbuka yang dipenuhi sisa tebangan kayu di sekitar Jalan Bunga-Bunga, belakang BTN Grand Sulawesi, Kelurahan Patampanua, Kecamatan Matakali. Laporan diterima Mako Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Polewali Mandar pada pukul 12.38 WITA.





Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, mengerahkan Regu C dengan dua armada dari Pos Induk Matakali. Petugas tiba di lokasi sekitar lima menit setelah menerima laporan.

Api dengan cepat membesar karena hembusan angin dan kondisi vegetasi yang kering. Petugas kemudian melokalisasi kobaran agar tidak merembet ke area lain.

Kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran arang di sekitar lokasi. Namun, penyebab tersebut masih berdasarkan pendataan awal petugas di lapangan.

Personel kepolisian dari Polres Polman turut membantu pengamanan selama proses pemadaman.

Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam 48 menit untuk memadamkan api. Tumpukan kayu dan vegetasi kering membuat sejumlah titik api kembali muncul sehingga proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Saat penanganan kebakaran berlangsung di Matakali, personel Damkar Polman lainnya mengikuti rapat koordinasi Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan di Kodim 1402 Polman pada pagi hari. Rapat tersebut membahas pembentukan pos jaga untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi kebakaran lahan.

Beberapa jam setelah kebakaran di Matakali ditangani, laporan kebakaran kembali diterima Damkar Polman. Kali ini kebakaran terjadi di Dusun Lombok, Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung.

Laporan diterima pada pukul 15.05 WITA. Petugas dari Pos Damkar Kecamatan Tinambung langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Berdasarkan pendataan awal, area yang terbakar mencapai sekitar 5,21 hektare. Lahan tersebut mayoritas ditumbuhi vegetasi liar yang juga dimanfaatkan sebagai tanaman pakan ternak kambing milik warga.

Petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke wilayah yang lebih luas.

Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, mengatakan dua kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi lahan kering dan angin dapat mempercepat penyebaran api.

“Hari ini menjadi bukti kesiapsiagaan personel kami. Di saat perwakilan regu menghadiri rakor pembentukan Pos Jaga di Kodim 1402, tim di Pos Induk Matakali dan Pos Tinambung tetap sigap merespons laporan kebakaran di wilayah masing-masing,” kata Imran.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan tanpa pengawasan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada personel Polres Polman yang turut membantu di lapangan. Insiden di Matakali yang dipicu aktivitas pembakaran arang harus menjadi pelajaran bersama. Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran tanpa pengawasan,” ujarnya.

Menurut Imran, seluruh kejadian kebakaran tersebut dicatat dalam sistem pendataan yang digunakan untuk memantau perkembangan Karhutla di Polewali Mandar. Data tersebut menjadi bahan evaluasi bersama Damkar, BPBD Polman dan Satgas Karhutla Sulawesi Barat untuk menentukan langkah pencegahan.

Selain data kebakaran hutan dan lahan, pendataan tersebut mencakup kebakaran permukiman dan gedung serta kondisi kekeringan dan penyaluran bantuan air bersih.(Ifn)















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *