TNI

Karhutla Jadi Perhatian, Posko Siaga Dibentuk di Makodim Polman

×

Karhutla Jadi Perhatian, Posko Siaga Dibentuk di Makodim Polman

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bersama TNI, Polri, dan sejumlah instansi terkait menyiapkan posko siaga untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Posko utama ditempatkan di Makodim 1402/Polman.

Kesiapsiagaan itu ditandai dengan apel bersama yang digelar di Makodim 1402/Polman, Jumat (28/8/2026). Apel dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Polewali Mandar, Andi Mahadiana Djabbar, dan diikuti sejumlah personel dari instansi terkait.





Andi Mahadiana mengatakan kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum kebakaran terjadi. Menurut dia, karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi,” kata Andi Mahadiana.

Ia mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan masyarakat harus memiliki koordinasi yang cepat ketika kebakaran terjadi.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi, koordinasi dan kecepatan bertindak antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni serta seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Setelah apel, personel mengikuti simulasi penanganan kebakaran. Simulasi tersebut memperagakan proses penanganan kebakaran dengan melibatkan unit pemadam kebakaran.

Kegiatan itu sekaligus untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di wilayah Polewali Mandar.

Pasiops Kodim 1402/Polman Kapten Inf Ahmad Yani mengatakan posko utama penanggulangan karhutla dipusatkan di Makodim 1402/Polman. Posko tersebut melibatkan personel dari sejumlah instansi.

“Posko utama penanggulangan karhutla kita tempatkan di Makodim 1402/Polman. Personel yang siaga terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Manggala Agni dan instansi terkait lainnya,” kata Ahmad Yani.

Menurut Ahmad, keberadaan posko tersebut diharapkan mempercepat koordinasi sekaligus respons apabila terjadi kebakaran hutan atau lahan.

Apel kesiapsiagaan itu diikuti antara lain Kapolres Polman, Danyon TP 917/KM, Kasdim 1402/Polman, BPBD, Manggala Agni, PLN, Brimob, serta sejumlah instansi lainnya.

Pembentukan posko menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla. Selain mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi, kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat mencegah api meluas ke wilayah lain. (*/Ifn)















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *