Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Beredarnya pemberitaan di berbagai platform sosial media yang menyebut PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bergerak cepat menangani persoalan nasabah di Unit Wonomulyo menuai bantahan keras dari Pengurus Komunitas Mahasiswa Kritis (KOMIK) Polewali Mandar, Jumat (14/8/2026).
Kordinator Lapangan, sekaligus ketua Basis Komunitas Mahasiswa Kritis (Komik) Polman, Nasrul, menilai narasi tersebut tidak mencerminkan kondisi yang dialami para korban. Menurut dia, proses penanganan persoalan nasabah justru berjalan panjang, berbelit, dan tanpa kepastian.
Nasrul mengatakan pihaknya terlibat langsung mendampingi para korban sejak persoalan itu mencuat. Ia mengaku menyaksikan sendiri keresahan nasabah yang berulang kali diminta menunggu tanpa kejelasan penyelesaian.
“Berita yang beredar itu sama sekali tidak sesuai dengan fakta. Saya sendiri yang ikut turun melebur bersama para korban. Kami mendengar langsung bagaimana mereka hanya diberi janji-janji palsu, mulai dari disuruh menunggu enam bulan, dijanji lagi tiga bulan, hingga satu bulan tanpa kepastian yang jelas,” tegas Nasrul.
Menurut Nasrul, ketidakpastian tersebut menjadi salah satu alasan KOMIK Polman terus mengawal persoalan yang dialami para nasabah. Pendampingan terhadap korban bahkan berujung pada dua kali aksi unjuk rasa.
Aksi pertama digelar di Kantor PNM Unit Wonomulyo, Jumat (24/7/2026) lalu. Namun, aksi tersebut disebut belum menghasilkan titik temu yang dapat memberikan kepastian bagi para korban.
Demostrasi kemudian berlanjut ke DPRD Polewali Mandar, pada Selasa (4/8/2026). Tidak menemukan titik temu, Komik Polman bersama belasan korban kasus dugaan pinjaman kredit fiktif dan penyalahgunaan data nasabah membawa persoalan tersebut ke ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mendapatkan penyelesaian.
Nasrul menilai rangkaian aksi tersebut justru menjadi bukti bahwa persoalan nasabah tidak serta-merta selesai melalui respons cepat sebagaimana narasi yang beredar.
Ia menyayangkan munculnya pemberitaan yang menurutnya membangun kesan seolah PNM telah bergerak cepat menyelesaikan persoalan.
“Kami tahu betul situasi dan kondisi para korban di lapangan. Prosesnya sangat ruwet. Jadi, jangan seolah-olah datang lalu menggiring narasi ‘respons cepat’ yang dilakukan PNM dalam menangani masalah nasabah ini,” pungkasnya.
Bagi KOMIK Polman, kata Nasrul, persoalan tersebut belum dapat dinyatakan selesai selama para korban masih menghadapi ketidakpastian dan belum memperoleh penyelesaian yang jelas. (*/Ifn)

























