Advertorial

Cincin Nyangkut di Jari, Remaja 18 Tahun Datang ke Damkar Polman Minta Pertolongan

×

Cincin Nyangkut di Jari, Remaja 18 Tahun Datang ke Damkar Polman Minta Pertolongan

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar tak hanya berjibaku memadamkan api. Di tengah puncak musim kemarau, personel Damkar juga turun tangan menangani berbagai situasi kedaruratan non-kebakaran.

Pada hari yang sama, Regu B Damkar Polman menangani dua kejadian berbeda. Petugas terlebih dahulu melakukan pembasahan terhadap pembakaran sampah di Lingkungan Gernas, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, sebelum menerima permintaan bantuan dari seorang remaja perempuan yang kesulitan melepaskan cincin dari jarinya.

Kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA. Petugas menerima laporan adanya aktivitas pembakaran sampah di Lingkungan Gernas.

Di tengah kondisi cuaca yang terik dan kering, pembakaran sampah terbuka dinilai berpotensi memicu perambatan api ke lingkungan sekitar.

Regu B Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan penyiraman dan pendinginan hingga titik api serta asap dipastikan padam.

Kepala UPTD Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., mengatakan respons cepat diperlukan untuk mencegah api kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Tindakan penyiraman sampah di Madatte ini merupakan bentuk pencegahan dini. Di tengah cuaca kering, pembakaran sampah terbuka sangat rawan terbawa angin dan memicu kebakaran permukiman maupun lahan. Kami mengapresiasi warga yang sigap melapor sebelum api membesar,” ungkap Imran, Kamis (13/8/2026).

Usai menangani pembakaran sampah, Regu B kembali menerima laporan berbeda.

Sekitar pukul 13.03 WITA, seorang remaja perempuan bernama Nur Jingga (18), asal Kabupaten Mamuju, mendatangi Mako Induk Damkar Polman di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali.

Ia meminta bantuan setelah cincin emas yang dikenakannya tersangkut di jari dan sulit dilepaskan. Kondisi tersebut membuat jari mengalami rasa sakit sehingga membutuhkan penanganan petugas.

Regu B kemudian melakukan evakuasi menggunakan alat pemotong cincin. Proses pelepasan berlangsung sekitar satu menit dan cincin berhasil dilepaskan tanpa menyebabkan cedera pada jari.

Kata Imran, pelayanan Damkar tidak terbatas pada penanganan kebakaran. Menurutnya, personel juga siap membantu masyarakat dalam kondisi kedaruratan non-kebakaran.

“Tugas Damkar hari ini tidak hanya memadamkan api, tetapi juga hadir dalam pelayanan kedaruratan masyarakat lainnya. Proses evakuasi cincin saudari Nur Jingga berjalan sangat cepat sekitar satu menit dan lancar tanpa kendala,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak ragu menghubungi Damkar ketika menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan penyelamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Damkar Polman, baik untuk musibah kebakaran maupun bantuan penyelamatan non-kebakaran,” tambahnya.

Dua penanganan tersebut menjadi bagian dari pelayanan Damkar Polman dalam merespons berbagai kondisi kedaruratan masyarakat. Seluruh rangkaian operasi Regu B pada Kamis tersebut berlangsung aman dan terkendali.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan pemadaman kebakaran maupun evakuasi penyelamatan dapat menghubungi Hotline Mako Induk Damkar Polman di (0428) 22113 atau mendatangi kantor maupun posko Damkar terdekat.













Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *