Kendari, Potretnusantara.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari melalui Wakil Sekretaris Bidang Organisasi, Arwan, angkat bicara terkait situasi dan dinamika yang terjadi di tubuh DPD GMNI Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam rangka memaksimalkan keberlangsungan organisasi serta memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan, Arwan mendesak pengurus DPD GMNI Sultra segera menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) III.
Menurut Arwan, kondisi vakumnya aktivitas DPD GMNI Sultra tidak dapat dianggap sepele, terlebih menyangkut keberlangsungan estafet regenerasi organisasi.
“Semua kader DPC GMNI Kendari harus punya perhatian serius, apalagi demi berjalannya estafet regenerasi,” tegasnya di Kendari, Selasa (11/8/2026).
Ia menilai, DPD GMNI Sultra harus menjadi instrumen organisasi dalam menyelesaikan berbagai polemik internal agar tidak berlarut-larut. Menurutnya, ruang dialog perlu dibuka sebagai upaya meminimalisasi dinamika yang kontraproduktif dan berpotensi merugikan organisasi.
“DPD GMNI Sulawesi Tenggara harus menjadi corong dan membuka ruang dialog untuk meminimalisir dinamika yang kontraproduktif yang justru akan merugikan kita semua di tubuh GMNI Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Arwan berharap pengurus DPD GMNI Sultra segera mengambil langkah-langkah organisasi yang strategis dan taktis agar dinamika internal tidak semakin berkepanjangan.
Menurut dia, Konferda menjadi forum yang tepat untuk melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus merumuskan arah organisasi pada periode kepengurusan berikutnya.
“Saya pikir dinamika sesuatu hal yang lumrah dalam organisasi yang juga bisa mendewasakan kita semua. Tetapi jika orientasinya hanya berbantah-bantahan, menimbulkan sentimen dan ujaran kebencian yang kontraproduktif, saya pikir perlu ada atensi untuk menjaga marwah dan eksistensi gerakan ini,” bebernya.
Ia juga menilai pelaksanaan Konferda merupakan kewajiban organisasi di tingkat cabang untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan oleh kepengurusan DPD GMNI Sultra.
“Saya pikir sudah waktunya juga untuk melakukan Konferensi Daerah mengingat kepengurusan DPD sekarang ini sudah tidak berjalan maksimal dan lebih dari satu periode kepengurusan, kaderisasi yang mandek dan sikap politik organisasi yang tidak jelas,” tegas Arwan.
Ia berharap momentum Konferda dapat menjadi ruang refleksi, evaluasi, serta kritik dan otokritik untuk menemukan formulasi perbaikan internal GMNI Sultra ke depan.
Arwan menyebut pelaksanaan Konferda juga merupakan bagian dari konsolidasi organisasi sebagaimana arah organisasi yang tertuang dalam hasil Kongres XXI GMNI di Kota Ambon, Provinsi Maluku, serta Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) GMNI.
“Kita menegaskan upaya ini harus menjadi bagian konsolidasi organisasi, mengevaluasi program DPD dalam berjalannya kepengurusan serta progres cabang yang ada di Sulawesi Tenggara,” harapnya.
Menurutnya, melalui Konferda, DPD GMNI Sultra bersama DPC-DPC di Sulawesi Tenggara dapat kembali merumuskan konsep kaderisasi, organisasi, dan politik untuk kemajuan GMNI ke depan.
“Masalah-masalah internal akan kita bahas dalam forum tersebut dan dituntaskan agar tidak berpengaruh dalam menjalankan aktivitas organisasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arwan mengajak seluruh kader GMNI di Sulawesi Tenggara memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan roda organisasi serta meningkatkan kolaborasi antarkader, elemen gerakan, dan pemangku kepentingan guna menyinergikan berbagai program ke depan.
Menurutnya, elaborasi dan komitmen bersama perlu terus dibangun secara dinamis agar kader-kader GMNI tetap mengaktualisasikan nilai-nilai Marhaenisme dalam kehidupan sehari-hari.
“Pentingnya elaborasi dan komitmen bersama yang harus dilakukan secara dinamis ditekankan kepada kader-kader GMNI agar terus mengaktualisasikan nilai-nilai Marhaenisme dalam kehidupan sehari-hari serta kita tidak terbelah dalam internal GMNI di Sulawesi Tenggara,” bebernya.
Ia menambahkan, konsolidasi organisasi kepada kader harus dilakukan secara berkesinambungan. Selain itu, transformasi kepemimpinan, penguatan kualitas dan kapasitas kader, pendistribusian kader, serta kaderisasi harus menjadi prioritas utama organisasi.
Di tengah dinamika internal tersebut, Arwan turut menyampaikan pandangannya mengenai sosok yang dinilai layak memimpin DPD GMNI Sultra. Ia menyebut mantan Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, layak maju dan memimpin DPD GMNI Sulawesi Tenggara.
Menurut Arwan, loyalitas, dedikasi, komitmen, dan konsistensi Rasmin Jaya dalam menjalankan amanah organisasi tidak perlu diragukan.
“Kita bisa lihat selama ini, di tengah dinamika GMNI Kendari ia mampu memaksimalkan segala program, kegiatan dan konsolidasi kader sampai di tataran akar rumput komisariat,” bebernya.
Ia berharap Rasmin Jaya dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengambil peran dalam membenahi dan menggerakkan kembali roda organisasi GMNI Sultra.
“Saya berharap Eks Ketua DPC GMNI Kendari Rasmin Jaya bisa menjemput momentum, kesempatan dan peluang besar ini agar GMNI Sulawesi Tenggara bisa berjalan baik lagi dalam rangka penyebaran ajaran-ajaran Bung Karno serta memperkuat kualitas dan kapasitas kader dalam pendistribusian ruang-ruang pengabdian selanjutnya,” pungkasnya.















