Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Polemik PNM Mekaar yang terus memanas membuat salah satu Anggota DPRD Polewali Mandar, Hamzah Syamsuddin meluapkan kemarahannya saat dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan terkait dugaan kasus Pencairan Kredit Fiktif dan Penyalahgunaan Data Nasabah yang menyeret PNM Mekaar Unit Wonomulyo, di kantor DPRD Polman, Kamis (6/8/2026) lalu.
Ia menyemprot dengan keras kepada jajaran peninggi PNM Mekaar Cabang Makassar yang telah menimbulkan keributan dikalangan masyarakat Polewali Mandar.
RDP yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Polman, Amirrudin, itu dihadiri para nasabah yang diduga menjadi korban, pihak PNM Mekaar, serta KOMIK.
Di hadapan para petinggi PNM Mekaar, Hamzah Syamsuddin menyoroti dampak persoalan PNM yang dinilai telah merembet ke kehidupan keluarga. Ia menyebut, persoalan tersebut bahkan membuat sejumlah anggota keluarganya memilih meninggalkan kampung halamannya.
“Keluarga kami, banyak yang meninggalkan kampung gara-gara PNM ini,” ujar Hamzah Syamsuddin.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya terkait tagihan, tetapi juga cara penagihan yang dirasakan membebani warga. Ia menilai, kedatangan penagih PNM Mekaar yang terus bertahan ketika pembayaran belum dilakukan membuat tekanan kepada nasabah semakin besar.
“Kenapa, mereka (karyawan PNM Mekaar, red) datang menagih kalau tidak dibayar, mereka tidak pulang-pulang, Pak, tidak pulang-pulang, sampai tengah malam baru pulang pak,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan PNM Mekaar agar tidak merusak citra lembaga koperasi apabila pola serupa terjadi dalam praktik pembiayaan kepada masyarakat.
“Untung tidak bentuk koperasi, seandainya pakai nama koperasi bapak merusak koperasi pak. Terimakasih pak, jangan enaknya saja,” tutupnya. (ifn)















