Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Pers dan pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan di Polewali Mandar berjalan transparan dan dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, hubungan keduanya dinilai tidak cukup hanya dibangun melalui sinergi, tetapi juga membutuhkan keterbukaan serta keberanian pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Media Gathering Jurnalis Polman yang mengusung tema “Mempererat Tali Silaturahmi, Menjaga Sinergi dan Profesionalisme.”
Ketua panitia, Gazali, mengatakan pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, dan media memiliki peran masing-masing dalam mengawal jalannya pembangunan.
Menurutnya, media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Pers, kata dia, harus mampu menyampaikan aspirasi masyarakat, mengangkat capaian pembangunan, sekaligus tetap kritis terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Pers bukan sekadar menyampaikan berita. Pers ikut menentukan bagaimana masyarakat memahami pembangunan dan bagaimana pemerintah mendengar suara rakyat,” ungkap Gazali.
Ia menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut harus tetap dibangun berdasarkan data dan fakta serta diarahkan untuk mendorong perbaikan.
Karena itu, hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers dinilai perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kepercayaan, dan profesionalisme. Pemerintah diharapkan tidak alergi terhadap kritik, sementara pers dituntut tetap menjaga independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kegiatan Media Gathering tersebut kemudian dilanjutkan dengan talkshow bertema “Peran Media dalam Pembangunan Daerah.” Forum itu menjadi ruang dialog bagi insan pers untuk membahas peran media sekaligus berbagai tantangan dalam menjalankan fungsi jurnalistik di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers tidak berhenti pada agenda silaturahmi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya komunikasi yang lebih terbuka, kritis, dan produktif dalam mengawal pembangunan di Polewali Mandar.















