Pendidikan

Mahasiswa KKN Unhas 116 Kawal Suara Anak Sudiang Raya hingga Musrenbang melalui Policy Brief

×

Mahasiswa KKN Unhas 116 Kawal Suara Anak Sudiang Raya hingga Musrenbang melalui Policy Brief

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menginisiasi penyusunan policy brief lingkungan hidup sebagai sarana untuk membawa aspirasi anak-anak Kelurahan Sudiang Raya ke dalam forum perencanaan pembangunan pada Minggu (26/07/2026), di Gedung Makassar Government Center (MGC), Lantai 1.

Dokumen tersebut memuat keresahan dan rekomendasi anak mengenai persoalan sampah di lingkungan tempat tinggal mereka. Aspirasi itu kemudian diteruskan bersama Forum Anak Makassar dan diakomodasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Makassar Tahun 2026.

Inisiatif tersebut berawal dari temuan mahasiswa selama menjalankan program KKN di Sudiang Raya. Dalam berbagai kegiatan kebersihan, anak-anak dinilai masih lebih sering ditempatkan sebagai peserta pendamping, bukan sebagai pihak yang dilibatkan dalam menyampaikan pandangan maupun menentukan solusi.

Padahal, anak menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak ketika sampah tidak dikelola dengan baik. Lingkungan yang kotor, penumpukan sampah, dan pencemaran berpotensi mengganggu kesehatan sekaligus mengurangi ruang bermain yang aman bagi mereka.

Atas dasar itu, mahasiswa KKN mendampingi anak-anak untuk mengidentifikasi persoalan di sekitar tempat tinggal, menyampaikan pengalaman mereka, serta merumuskan gagasan pengelolaan sampah berbasis *zero waste* dalam bentuk rekomendasi kebijakan.

Hasil pendampingan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari perumusan Suara Anak Kota Makassar Klaster 1, yakni Hak Sipil dan Kebebasan. Proses ini memberi ruang bagi anak-anak Sudiang Raya untuk tidak hanya menjadi objek kegiatan lingkungan, tetapi turut menyampaikan kebutuhan dan usulan mereka secara langsung dalam agenda pembangunan kota.

Sekretaris Kelurahan Sudiang Raya, Nurlinda, mengapresiasi peran mahasiswa yang membantu mengubah keresahan anak menjadi usulan yang lebih terarah dan dapat ditindaklanjuti.

“Inisiasi mahasiswa KKN sangat membantu menerjemahkan keresahan anak-anak kami menjadi usulan konkret. Jika kebiasaan dari rumah tangga tidak berubah, penumpukan sampah dapat mengancam kesehatan anak-anak yang rentan terserang penyakit,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kelurahan Sudiang Raya mendukung penerapan kebijakan Zero Waste, termasuk pengawalan terhadap program dan alokasi anggaran yang berkaitan dengan kebutuhan anak melalui Musrenbang Anak.

Upaya tersebut juga mendapat respons positif dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa dinilai telah membuka ruang partisipasi yang lebih bermakna bagi anak dalam menyampaikan pandangan mengenai lingkungan yang sehat dan aman.

“Pendampingan mahasiswa KKN membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan kebutuhannya secara lebih terstruktur. Aspirasi tersebut penting agar kebutuhan terhadap lingkungan yang sehat dan aman dapat tercermin dalam dokumen perencanaan pembangunan Kota Makassar,” Arman, Perwakilan DP3A Kota Makassar.

Melalui kolaborasi antara anak-anak Sudiang Raya, mahasiswa KKN Unhas, Forum Anak Makassar, pemerintah kelurahan, dan perangkat daerah terkait, rekomendasi dalam policy brief tersebut diharapkan tidak berhenti pada dokumen perencanaan.

Rekomendasi itu diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh Bappeda dan DP3A Kota Makassar melalui program yang terukur, termasuk mengaktifkan kembali bank sampah di tingkat RW sebagai ruang edukasi dan pelibatan anak dalam pengelolaan lingkungan sejak dini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *