Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Setelah digeruduk mahasiswa dan puluhan warga dalam dugaan pencairan fiktif, PNM Unit Wonomulyo memberikan respon. Sebelumnya aksi demonstrasi berlangsung dikantor PNM unit Wonomulyo setelah puluhan warga mengaku menjadi korban pencairan dana fiktif. Aksi tersebut digelar di Kantor PNM Unit Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Jumat (24/7/2026).
Aksi yang berujung penyegelan tersebut, merupakan bentuk protes warga yang tidak menemukan titik terang atas masalah yang dialami. Massa terus mendesak agar Kantor PNM Unit Wonomulyo dihentikan segala aktivitas operasional hingga masalah yang dialami puluhan warga diselesaikan dari daftar OJK.
Merespon penyegelan, Kepala Unit PNM Wonomulyo, Arhami, memberikan pernyataan atas penyegelan kantor saat berdialog dengan salah seorang massa aksi.
“Saya rasa ini bukan solusi bijak,” katanya.
Menurutnya, penyegelan kantor bukan solusi justru akan berpotensi mengganggu pelayanan kepada ribuan nasabah yang masih aktif.
“Kami punya nasabah Lima Ribu lebih, Pak sedangkan yang aktif ada Empat Ribu nasabah Pak, sementara penagihannya masih berjalan,” ungkapnya.
Dalam menanggapi tuntutan massa agar kantor PNM Unit Wonomulyo dihentikan operasionalnya. Menurut Arhami, langkah tersebut dinilai tidak tepat karena persoalan yang dialami nasabah lebih penting daripada menutup layanan kepada nasabah lainnya.
“Nda, kita fokus di masalahnya bapak saja, masalahnya ibu-ibu yang sekarang, solusinya seperti apa, kalau kita minta mau tutup, saya rasa itu kurang bijak,” tutupnya.














