Makassar, Potretnusantara.co.id – Pesta minuman keras (miras) yang diduga dipicu kesalahpahaman soal penggunaan uang berakhir tragis di Jalan AMD Borong Jambu, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu malam (8/7/2026). Seorang pemulung bernama Dana Permana (30) tewas setelah ditikam oleh rekannya sendiri.
Peristiwa berdarah itu dilaporkan ke Polsek Manggala sekitar pukul 23.00 Wita melalui layanan darurat Polri 110 dan laporan langsung dari istri korban, Halija (37). Menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan Polsek Manggala yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) IPTU Yasin Huda segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Sekitar pukul 23.05 Wita, petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban tergeletak di depan pintu rumahnya dengan sejumlah luka tusuk. Korban mengalami luka serius, termasuk luka tusuk pada bagian perut sebelah kiri yang menyebabkan usus keluar.
Polisi kemudian mengamankan lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sekitar pukul 00.00 Wita, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan personel bergerak cepat setelah menerima laporan dan saat ini masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi, mengamankan TKP, mengevakuasi korban ke rumah sakit, serta melakukan serangkaian penyelidikan. Identitas pelaku sudah kami kantongi dan saat ini masih dalam pengejaran anggota di lapangan,” ujar Kompol Semuel To’longan.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban bersama terduga pelaku yang diketahui berinisial DBL sedang menggelar pesta minuman keras di samping rumah korban sekitar pukul 22.30 Wita. Keduanya diketahui merupakan teman lama saat merantau di luar Pulau Sulawesi.
Dalam pesta miras tersebut, korban meminta istrinya membelikan makanan menggunakan uang milik pelaku sebesar Rp100 ribu. Korban juga menitipkan pembelian rokok dengan janji akan mengganti uang tersebut.
Setelah makanan dan rokok dibawa pulang, korban dan pelaku kembali makan sambil mengonsumsi minuman keras. Tak lama kemudian, pelaku meminta sisa uang kembaliannya. Istri korban sempat mengatakan akan mengambilkan uang di dalam rumah.
Namun, ketika berada di dalam rumah, Halija mendengar suara pertengkaran. Saat keluar, ia mendapati suaminya telah tergeletak bersimbah darah di depan pintu rumah. Ia kemudian segera menghubungi Polsek Manggala untuk meminta bantuan.




Akibat serangan tersebut, korban mengalami satu luka tusuk di dada sebelah kanan, dua luka tusuk di bahu sebelah kanan, satu luka tusuk di perut sebelah kiri hingga menyebabkan usus keluar, serta satu luka tusuk di bawah rusuk sebelah kiri.
Kapolsek Manggala mengatakan dugaan sementara motif pembunuhan dipicu kesalahpahaman terkait penggunaan uang milik pelaku untuk membeli makanan dan rokok. Kondisi korban dan pelaku yang sama-sama dipengaruhi minuman keras diduga turut memperkeruh situasi hingga berujung penikaman.
“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman, memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tutup Kompol Semuel To’longan.
Hingga kini, jajaran Polsek Manggala masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku guna proses hukum lebih lanjut.














