News

Memperingati Hari Lahir Pancasila, Cipayung Plus Polman Gelar Bedah Buku Pemikiran Bung Karno 

×

Memperingati Hari Lahir Pancasila, Cipayung Plus Polman Gelar Bedah Buku Pemikiran Bung Karno 

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Cipayung Plus polman menggelar kegiatan literasi yakni beda buku Pemikiran Bung Karno Pancasila 1 Juni 1945. Kegiatan tersebut di gelar di Cafe Klasik, Manding, Polewali Mandar, Sulewasi Barat, Sabtu (20/6/2026).

Organisasi Mahasiswa tersebut menyusun tema “Kekuatan Kita Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”. Beda buku pemikiran Bung Karno merupakan rangka memperingati Hari Bulan Lahirnya Pancasila.

Kegiatan tersebut yang di selenggarakan oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Kegiatan tersebut merupakan dalam rangka memperingati bulan Bung Karno serta merefleksikan pemikiran Bung Karno “Marhaenisme”. 

Menurut, Nur Jihad Ketua PMII Cabang Polman, pemikiran Bung Karno bukan hanya soal kritik terhadap Feodalisme, Kolonialisme, serta Imperealisme. Lebih lanjut, kata dia pemikiran Bung Karno adalah Marxisme dengan realitas penindasan yang ada di Nusantara. 

“Lahirnya istilah “Marhaen” itu tidak lahir begitu saja, melainkan bung karno menggagas pemikirannya berdasarkan corak penindasan yang terjadi di Nusantara,” kata Jihad. 

Di waktu yang sama, Ketua GMNI Cabang Polman, Andi Baraq mengungkapkan bahwa belajar pemikiran Bung Karno berarti menjadi seorang nasionalisme berasaskan Marhaenisme. 

Kata dia, Bung Karno telah melewati fase penjajahan yang panjang. Dalam perjuangannya melawan Kolonialisme-Imprealisme penyebaran ideologi Bung Karno tidak mudah sebab selain melawan Kolonialis Belanda, Bung Karno melawan berbagai pemikir di Nusantara saat itu. 

“Belajar Pemikiran Bung Karno bukan hanya mengenal Soekarno sebagai Bapak Bangsa melainkan pemikirannya pernah menjadi gejolak gerakan rakyat untuk menuju Revolusi Nasional,” terangnya.

Beda Buku Pemikiran Bung Karno kemudian dilanjut dengan diskusi bersama antara pembicara dan peserta. Diskusi tersebut merupakan bagian dari refleksi membaca situasi gerakan mahasiswa serta situasi ekonomi-politik nasional maupun lokal.

Dalam kegiatan tersebut diihadiri beberapa organisasi Cipayung Plus Polman diantaranya, KAMMI Mandar Raya, PMII, GMNI, GMKI, HMI dan IMM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *