Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memperkuat komitmennya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui penguatan pendidikan anak usia dini, pemberdayaan keluarga, dan gerakan literasi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan Bunda PAUD, pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK, serta pengukuhan Bunda Literasi tingkat Kecamatan dan Kelurahan/Desa se-Kabupaten Konawe Selatan periode 2026–2030 yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Kantor Bupati Konawe Selatan, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, Wakil Bupati, jajaran Asisten dan Staf Ahli, unsur Forkopimda, TNI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pimpinan OPD, camat, lurah, serta para pengurus yang akan mengemban amanah baru.
Prosesi diawali dengan pelantikan Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan oleh Bunda PAUD Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS. Selanjutnya dilakukan pengukuhan Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 12/SKR/PKK.KAB/VI/2026.

Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pembangunan jangka panjang daerah melalui peningkatan kualitas generasi penerus.
“Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memiliki visi-misi ‘Konsel Setara’ yang bertujuan menjadikan daerah ini sejajar dengan kabupaten lain. Di sinilah peran Bunda PAUD menjadi sangat penting sebagai role model, penggerak, dan inspirasi bagi keluarga dalam memastikan seluruh anak di Konawe Selatan mendapatkan layanan pendidikan yang layak, ramah, dan bermutu sejak usia dini,” ujar Irham Kalenggo.
Untuk memperkuat peran tersebut, Bupati menitipkan sejumlah agenda strategis kepada para pengurus yang baru dilantik, mulai dari membangun kolaborasi antara Bunda PAUD, satuan pendidikan, puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, PKK hingga Posyandu, hingga memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar anak berupa pendidikan, rasa aman, kasih sayang, gizi, dan kesehatan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai budaya lokal melalui permainan tradisional, cerita rakyat, dan seni budaya, serta memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan anak usia dini tanpa hambatan ekonomi, jarak, maupun keterbatasan fasilitas.
Usai pelantikan PAUD dan PKK, Bunda Literasi Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, mengukuhkan Bunda Literasi tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan untuk masa bakti 2026–2030.
Dalam sambutannya, Nurlita menegaskan bahwa penguatan budaya baca harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan berdaya saing.
Ia juga menyoroti pentingnya Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang diinisiasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Menurutnya, perpustakaan kini memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat meminjam buku.
“Perpustakaan kini bertransformasi menjadi ruang belajar, tempat berlatih keterampilan, mengembangkan potensi diri, hingga memajukan UMKM lokal. Di sinilah peran aktif Bunda Literasi sangat diperlukan untuk memastikan perpustakaan dan taman baca di wilayah masing-masing terus hidup dan memberi dampak nyata,” urai Nurlita Jaya AS.
Nurlita juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan penuh kepada para Bunda Literasi yang baru dikukuhkan agar cita-cita mewujudkan Konsel Setara yang sehat, cerdas, dan sejahtera dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Pengukuhan ini sekaligus menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam membangun ekosistem pendidikan, literasi, dan pemberdayaan keluarga yang kuat sebagai fondasi peningkatan kualitas SDM menuju daerah yang lebih maju dan kompetitif.














