Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Program Tebar Qurban Pelosok 2026 menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi masyarakat pedalaman Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kegiatan sosial dan dakwah tersebut berlangsung pada Rabu (27/5/2026), dengan menyalurkan hewan qurban kepada warga di enam dusun terpencil yang selama ini jarang menikmati pembagian daging qurban secara merata.
Program ini digagas oleh Dai Desa Binaan LAZ Hadji Kalla, Ust. Jumadil Al Fath, S.Pd., SQ., C.MQ, yang bertugas di wilayah tersebut. Melalui pendekatan edukasi kepada masyarakat, kesadaran warga untuk kembali menghidupkan syariat qurban di kampung halaman mulai tumbuh.
“Tahun ini terdapat tiga ekor sapi qurban dari masyarakat setempat sebagai bentuk kebangkitan syiar qurban di desa,” ungkap Ust. Jumadil dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Tak hanya itu, melalui sosialisasi Program Tebar Qurban Pelosok di media sosial, bantuan dari berbagai daerah pun mengalir. Para muhsinin dari Makassar, Jawa hingga Sumatera mempercayakan amanah qurbannya untuk disalurkan kepada masyarakat pedalaman Polewali Mandar.
“Dalam waktu singkat, terkumpul delapan ekor kambing qurban yang kemudian disalurkan kepada masyarakat pedalaman yang benar-benar membutuhkan,” lanjutnya.
Menurutnya, amanah tersebut memiliki makna besar karena wilayah binaan terdiri dari enam dusun yang berjauhan dengan akses jalan yang cukup berat. Sebagian masyarakat tinggal di daerah perbukitan dan pegunungan dengan kondisi ekonomi memprihatinkan.
“Masih terdapat rumah-rumah sederhana yang terbuat dari bahan seadanya, serta keterbatasan akses air bersih yang mengharuskan warga berjalan jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Ia mengaku, pengalaman menyaksikan langsung kehidupan warga di pedalaman menjadi pelajaran berharga tentang makna dakwah dan kepedulian sosial.
“Menyaksikan langsung para ibu memikul air dari sumber yang jauh, melihat kehidupan anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan, membuat kami semakin memahami bahwa dakwah bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama,” tutur Ust. Jumadil.
Melalui program tersebut, kebahagiaan warga tampak begitu nyata. Banyak masyarakat mengaku baru pertama kali merasakan pembagian daging qurban secara merata di wilayah mereka.
“Program ini bukan sekadar penyembelihan hewan qurban, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah, menghadirkan kebahagiaan, serta menumbuhkan harapan bagi masyarakat yang selama ini jarang tersentuh bantuan,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program kemanusiaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muhsinin yang telah mempercayakan qurbannya melalui Program Tebar Qurban Pelosok. Semoga Allah menerima amal ibadah qurban mereka dan melipatgandakan pahala kebaikannya,” ucapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada LAZ Hadji Kalla, Kampus Thullab, Kampus Sunni, Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Hafisku, dan Quranic Squad Academy yang turut berkolaborasi dalam program tersebut.
Ke depan, pihaknya berharap syiar qurban pelosok dapat menjangkau lebih banyak daerah terpencil lainnya.
“Harapan kami, syiar qurban pelosok dapat semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak daerah terpencil pada tahun-tahun mendatang. Sebab kebutuhan masyarakat pedalaman masih sangat besar, sementara jumlah hewan qurban yang tersedia masih jauh dari cukup,” pungkasnya.













