News

Shalat Ied dan Kurban Khidmat, Al-Hafisku Gowa Buktikan Semangat Pengorbanan di Tengah Ujian

×

Shalat Ied dan Kurban Khidmat, Al-Hafisku Gowa Buktikan Semangat Pengorbanan di Tengah Ujian

Sebarkan artikel ini

Gowa, Potretnusantara.co.id – Pondok Pesantren Tahfizh Gratis Al-Imam Hafs bin Sulaiman Al-Kufi (Al-Hafisku) menggelar Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Sa’ad Adh-Dhufayyan, Kabupaten Gowa, Rabu(27/5/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dihadiri  jamaah dari kalangan santri, asatidz, masyarakat sekitar, dan wali santri yang menunjukkan perhatian besar terhadap syiar dan perkembangan pondok.

Susunan Petugas Shalat Idul Adha 1447 H:
1. MC: Ustadz Umar – Alumni Ma’had Al-Birr, Pembina Al-Hafisku
2. Imam: Ustadz Dedi Bahar – Mahasiswa IAI STIBA Makassar, Pembina Al-Hafisku 
3. Khatib: Ustadz Agus Abubakar, Lc. – Alumni Universitas Islam Madinah, Pembina Al-Hafisku

Seluruh rangkaian dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had, Ustadz Supriyansa, S.Pd.

Dalam khutbahnya, Ustadz Agus Abubakar, Lc. menekankan bahwa Idul Adha adalah madrasah keikhlasan.

“Nabi Ibrahim mengajarkan kita bahwa perintah Allah selalu di atas logika dan ego manusia. Dari sinilah lahir generasi yang siap berkorban untuk umat,” tuturnya.

Pihak pesantren menyampaikan bahwa dua pembina Al-Hafisku tidak dapat membersamai kegiatan Idul Adha kali ini karena sedang mengemban amanah dakwah. Ustadz Jumadil, S.Pd. – Alumni STIBA Arroyya Sukabumi sekaligus Pembina Al-Hafisku – saat ini sedang menjalani penugasan da’i di pelosok pedalaman Polewali Mandar bersama LAZ Hadji Kalla. Sementara *Ustadz Irwan, Lc., M.A. – Alumni S2 Universitas Al-Azhar Mesir Cairo sekaligus Pembina Al-Hafisku – masih menjalankan amanah di Pulau Jawa.

“Meski raga mereka jauh, doa dan dukungan untuk santri tetap mengalir,” ujar Ustadz Supriyansa.

Usai Shalat Ied dan musafahah, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Daging kurban didistribusikan kepada santri, warga sekitar, dan kaum dhuafa.

Mudir Ma’had, Ustadz Supriyansa, S.Pd., menceritakan ikhtiar pesantren dalam persiapan kurban tahun ini. Demi membahagiakan santri, beliau meluangkan waktu khusus ke pedalaman Kabupaten Gowa untuk mencari sapi dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik. Bahkan, beliau telah mengeluarkan dana pribadi sebagai uang muka (DP) untuk mengamankan sapi tersebut, menyusul adanya rencana bantuan 1 ekor sapi yang kemudian tidak dapat direalisasikan karena satu dan lain hal.

“Allah menguji bukan hanya lewat apa yang kita berikan, tapi juga lewat lapangnya hati saat rencana tidak sesuai harapan. Alhamdulillah, kurban tetap terlaksana melalui wasilah hamba-Nya yang lain. Ini pelajaran bahwa pengorbanan sejati itu butuh kesabaran,” jelas Ustadz Supriyansa.

Beliau menegaskan, komitmen Al-Hafisku sebagai pesantren tahfizh gratis tidak akan goyah. “Tugas kami melayani santri dan umat. Semoga Allah jaga keikhlasan semua pihak yang terlibat.

Profil Al-Hafisku:
Pondok Pesantren Tahfizh Gratis Al-Imam Hafs bin Sulaiman Al-Kufi (Al-Hafisku) 
Fokus mencetak Generasi Qur’ani yang berakhlak.
Alamat: Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan

Narahubung Media:
Ustadz Supriyansa, S.Pd. (Mudir Ma’had) 
HP/WA: 082249561212
FB : Imam Hafs Al Kufi
IG: @markas.alhafisku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *