Advertorial

TP PKK Makassar Sosialisasikan Gelari Pelangi, Perkuat Ekonomi Keluarga dan Pendidikan Anak

×

TP PKK Makassar Sosialisasikan Gelari Pelangi, Perkuat Ekonomi Keluarga dan Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar memperkuat komitmen dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan kualitas pendidikan anak melalui sosialisasi program Gelari Pelangi yang digelar di Auditorium Gedung PKK, Kamis (23/4/2026).

Program Gelari Pelangi merupakan bagian dari upaya TP PKK, khususnya Pokja II, untuk mengoptimalkan pemberdayaan keluarga melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris TP PKK Makassar, Faridah Kadir, yang mewakili Ketua TP PKK Makassar. Dalam sambutannya, Faridah menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

“Acara Gelar Pelangi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari upaya kami dalam mewujudkan Kota Makassar yang lebih unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, tidak hanya untuk ibu-ibu rumah tangga, tetapi juga untuk seluruh keluarga di Makassar,” ujar Faridah Kadir.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai program unggulan TP PKK, terutama dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti pembinaan UMKM, peningkatan keterampilan, serta pengembangan sektor ekonomi lainnya.

“Kami percaya, dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kita bisa menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Makassar, Indrawaty, menjelaskan sejumlah program prioritas yang dijalankan Pokja II pada tahun ini, yakni pemberdayaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita (BKB).

“Di tahun ini, kami fokus pada pembinaan PAUD dan BKB. Kami berharap program ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kota Makassar, serta memberikan dukungan yang lebih baik kepada keluarga yang memiliki balita,” ungkap Indrawaty.

Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan UMKM dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Selama setahun terakhir, TP PKK Makassar telah mendampingi lebih dari 150 UMKM di berbagai kelurahan.

“Dari produk yang awalnya sederhana, kini banyak yang sudah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), PRT (Pendaftaran Rencana Tempat Usaha), dan bahkan produk halal,” tambahnya.

Indrawaty menegaskan, TP PKK akan terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

“Kami akan terus melakukan pembinaan dan mendorong lebih banyak UMKM, terutama yang berada di kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya,” katanya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua Bidang II TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Astuti Thamrin, serta Founder PT Bunly Abadi Bersama, Lily Nuryah, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Sri Astuti menjelaskan dua pilar utama Gelari Pelangi, yakni Pilar Pendidikan melalui program “Rumah Dilan” dan Pilar Keterampilan melalui program “Kampung Mandiri.”

“Pilar pertama, Rumah Dilan, berfokus pada program pendidikan yang mencakup wajib belajar 12 tahun, lifelong learning, keterampilan lokal, akses digital, peningkatan tutor, serta perhatian khusus kepada kelompok rentan dan generasi Z,” ujarnya.

“Pilar kedua, Kampung Mandiri, mendorong terbentuknya UP2K PKK, koperasi PKK, dan UMKM binaan PKK yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat keluarga,” lanjutnya.

Sementara itu, Lily Nuryah membagikan pengalamannya dalam mengembangkan UMKM hingga menembus pasar nasional dan global. Ia menekankan pentingnya pendampingan dan pemahaman pasar bagi pelaku usaha.

“PKK harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman dan pendampingan yang dibutuhkan agar UMKM lokal bisa berkembang dan bersaing di pasar yang lebih besar,” ujar Lily.

Ia juga menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa dengan memberdayakan UMKM, kita tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi keluarga untuk lebih mandiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *