Parepare, Potretnusantara.co.id – Isu kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam dunia akuntansi menjadi sorotan utama dalam ajang Accounting Smart Challenge 2026 tingkat nasional. Dalam kompetisi tersebut, tiga mahasiswa berhasil meraih Juara III setelah melalui rangkaian seleksi yang kompetitif dan menantang.
Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare berhasil mengukir prestasi dengan meraih posisi tersebut. Mereka adalah Nurul Magfirah, Nabila Lutfiyani, dan Nur Fadhylah – mahasiswa dari program studi berbeda yang dipersatukan oleh semangat belajar serta keberanian untuk tampil di panggung nasional.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Nobel Indonesia Institute ini mencapai puncaknya pada babak final yang digelar secara langsung di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Nobel, Minggu (12/04/2026). Sebelumnya, para peserta harus melewati tahap penulisan karya ilmiah sebagai syarat untuk melaju ke babak debat.
Pada babak final, peserta beradu argumentasi menggunakan sistem Asian Parliamentary, dengan mosi yang mengangkat perdebatan aktual: apakah penggunaan AI dalam akuntansi lebih berpotensi mengancam integritas atau justru meningkatkan efisiensi kerja. Tema tersebut dinilai relevan seiring meningkatnya adopsi teknologi dalam praktik profesional.
Tim peraih juara menunjukkan kemampuan analisis yang kuat dalam membedah persoalan tersebut. Mereka menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai etika profesi, sehingga pemanfaatan AI tetap berada dalam koridor integritas.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju kompetisi membutuhkan komitmen tinggi, terutama dalam membagi waktu antara kegiatan akademik dan latihan.
“Prosesnya tidak mudah, tetapi pengalaman ini sangat berharga. Kami belajar tidak hanya tentang materi debat, tetapi juga cara menyampaikan gagasan secara sistematis dan percaya diri,” ujarnya.
Ajang ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari sejumlah daerah, sehingga menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa dalam merespons isu-isu kontemporer.
Lebih dari sekadar kompetisi, capaian ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu hadir dalam diskursus penting terkait perkembangan teknologi, sekaligus menawarkan perspektif kritis terhadap tantangan etika di masa depan. (SS)













