MAMUJU, POTRETNUSANTARA.co.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan evaluasi capaian indikator prioritas dalam rangka penguatan peran Puskesmas pembina wilayah desa lokus Program PASTIPADU. Kegiatan ini berlangsung di Aula DKPPKB Sulbar, Kamis (29/1/2026).
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi di tingkat desa. Fokus utama kegiatan adalah menilai sejauh mana capaian indikator prioritas yang menjadi dasar pelaksanaan intervensi kesehatan di wilayah lokus.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menjelaskan bahwa evaluasi ini menitikberatkan pada sembilan indikator prioritas yang diukur secara komprehensif. Indikator tersebut merupakan indikator komposit yang saling berkaitan dan mendukung sasaran strategis pembangunan kesehatan daerah.
“Indikator ini berperan langsung dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, serta perluasan akses layanan kesehatan dasar,” kata Nursyamsi.
Menurutnya, evaluasi capaian indikator tidak hanya dimaksudkan untuk menilai angka, tetapi juga menjadi dasar penguatan perencanaan, penajaman intervensi, serta pembinaan Puskesmas agar lebih adaptif terhadap tantangan dan kebutuhan di wilayah binaannya.
“Penguatan Puskesmas pembina wilayah desa lokus menjadi kunci agar intervensi kesehatan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Editor/Dn
Sumber/Diskominfo Sulbar















