Pemerintahan

Bupati Konawe Selatan Menerima Kunjungan rePLANET, Bahas Potensi Investasi Mangrove dan Karbon Biru

×

Bupati Konawe Selatan Menerima Kunjungan rePLANET, Bahas Potensi Investasi Mangrove dan Karbon Biru

Sebarkan artikel ini

Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menerima kunjungan perwakilan rePLANET, Phoenix Davies, yang didampingi oleh Amirul Tamim selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan usaha kredit karbon melalui pemulihan ekosistem mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe Selatan Pada, Kamis(29/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Phoenix Davies hadir sebagai pembicara dari rePLANET yang memaparkan potensi pengembangan proyek karbon biru (blue carbon) di Sulawesi Tenggara. Pembahasan ini menyoroti peluang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah triple-action carbon credits, yakni pengembangan kredit karbon yang mengedepankan tiga manfaat utama, yaitu pemulihan alam (nature-positive), kesejahteraan masyarakat (people-positive), dan keberlanjutan pangan (food-positive).

Konsep tersebut membuka peluang pemulihan kawasan mangrove melalui pengelolaan tambak yang tidak produktif atau terbengkalai. Melalui pendekatan ini, rehabilitasi lingkungan pesisir diharapkan dapat berjalan seiring dengan pengembangan usaha perikanan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

rePLANET, proyek SULTRA direncanakan mencakup tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara, yakni Konawe Selatan, Bombana, dan Muna. Proyek tersebut dirancang menyasar sekitar 4.500 hektare kawasan mangrove dan tambak, dengan potensi pengembangan kredit karbon sekitar 2,9 juta ton setara karbon dioksida selama periode proyek 40 tahun.

Dalam rencana pengembangannya, terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan. Pertama, mengembangkan tambak ramah lingkungan dengan memadukan penanaman mangrove dan budidaya perikanan. Kedua, memulihkan tambak terbengkalai menjadi kawasan mangrove melalui pengelolaan bersama masyarakat.

RePLANET juga menyampaikan rencana untuk menginvestasikan kembali 60 persen nilai penjualan kredit karbon kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat, dengan realisasi yang bergantung pada mekanisme pelaksanaan, kesepakatan para pihak, serta ketentuan yang berlaku.

Bagi Kabupaten Konawe Selatan, peluang pengembangan usaha kredit karbon dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, dan membuka potensi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Meski demikian, pelaksanaan proyek memerlukan kejelasan regulasi, status dan kewenangan lahan, mekanisme kerja sama, serta transparansi pembagian manfaat agar hak dan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.

Melalui pertemuan tersebut, potensi kredit karbon diharapkan dapat dikaji lebih lanjut sebagai peluang investasi yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyara kat di Kabupaten Konawe Selatan.

KONAWE SELATAN, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menerima kunjungan perwakilan rePLANET, Phoenix Davies, yang didampingi oleh Amirul Tamim selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan usaha kredit karbon melalui pemulihan ekosistem mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe Selatan Pada, Kamis(29/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Phoenix Davies hadir sebagai pembicara dari rePLANET yang memaparkan potensi pengembangan proyek karbon biru (blue carbon) di Sulawesi Tenggara. Pembahasan ini menyoroti peluang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah triple-action carbon credits, yakni pengembangan kredit karbon yang mengedepankan tiga manfaat utama, yaitu pemulihan alam (nature-positive), kesejahteraan masyarakat (people-positive), dan keberlanjutan pangan (food-positive).

Konsep tersebut membuka peluang pemulihan kawasan mangrove melalui pengelolaan tambak yang tidak produktif atau terbengkalai. Melalui pendekatan ini, rehabilitasi lingkungan pesisir diharapkan dapat berjalan seiring dengan pengembangan usaha perikanan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

rePLANET, proyek SULTRA direncanakan mencakup tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara, yakni Konawe Selatan, Bombana, dan Muna. Proyek tersebut dirancang menyasar sekitar 4.500 hektare kawasan mangrove dan tambak, dengan potensi pengembangan kredit karbon sekitar 2,9 juta ton setara karbon dioksida selama periode proyek 40 tahun.

Dalam rencana pengembangannya, terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan. Pertama, mengembangkan tambak ramah lingkungan dengan memadukan penanaman mangrove dan budidaya perikanan. Kedua, memulihkan tambak terbengkalai menjadi kawasan mangrove melalui pengelolaan bersama masyarakat.

RePLANET juga menyampaikan rencana untuk menginvestasikan kembali 60 persen nilai penjualan kredit karbon kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat, dengan realisasi yang bergantung pada mekanisme pelaksanaan, kesepakatan para pihak, serta ketentuan yang berlaku.

Bagi Kabupaten Konawe Selatan, peluang pengembangan usaha kredit karbon dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, dan membuka potensi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Meski demikian, pelaksanaan proyek memerlukan kejelasan regulasi, status dan kewenangan lahan, mekanisme kerja sama, serta transparansi pembagian manfaat agar hak dan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.

Melalui pertemuan tersebut, potensi kredit karbon diharapkan dapat dikaji lebih lanjut sebagai peluang investasi yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyara kat di Kabupaten Konawe Selatan.

KONAWE SELATAN, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menerima kunjungan perwakilan rePLANET, Phoenix Davies, yang didampingi oleh Amirul Tamim selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan usaha kredit karbon melalui pemulihan ekosistem mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe Selatan Pada, Kamis(29/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Phoenix Davies hadir sebagai pembicara dari rePLANET yang memaparkan potensi pengembangan proyek karbon biru (blue carbon) di Sulawesi Tenggara. Pembahasan ini menyoroti peluang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah triple-action carbon credits, yakni pengembangan kredit karbon yang mengedepankan tiga manfaat utama, yaitu pemulihan alam (nature-positive), kesejahteraan masyarakat (people-positive), dan keberlanjutan pangan (food-positive).

Konsep tersebut membuka peluang pemulihan kawasan mangrove melalui pengelolaan tambak yang tidak produktif atau terbengkalai. Melalui pendekatan ini, rehabilitasi lingkungan pesisir diharapkan dapat berjalan seiring dengan pengembangan usaha perikanan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

rePLANET, proyek SULTRA direncanakan mencakup tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara, yakni Konawe Selatan, Bombana, dan Muna. Proyek tersebut dirancang menyasar sekitar 4.500 hektare kawasan mangrove dan tambak, dengan potensi pengembangan kredit karbon sekitar 2,9 juta ton setara karbon dioksida selama periode proyek 40 tahun.

Dalam rencana pengembangannya, terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan. Pertama, mengembangkan tambak ramah lingkungan dengan memadukan penanaman mangrove dan budidaya perikanan. Kedua, memulihkan tambak terbengkalai menjadi kawasan mangrove melalui pengelolaan bersama masyarakat.

RePLANET juga menyampaikan rencana untuk menginvestasikan kembali 60 persen nilai penjualan kredit karbon kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat, dengan realisasi yang bergantung pada mekanisme pelaksanaan, kesepakatan para pihak, serta ketentuan yang berlaku.

Bagi Kabupaten Konawe Selatan, peluang pengembangan usaha kredit karbon dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, dan membuka potensi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Meski demikian, pelaksanaan proyek memerlukan kejelasan regulasi, status dan kewenangan lahan, mekanisme kerja sama, serta transparansi pembagian manfaat agar hak dan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.

Melalui pertemuan tersebut, potensi kredit karbon diharapkan dapat dikaji lebih lanjut sebagai peluang investasi yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyara kat di Kabupaten Konawe Selatan.

KONAWE SELATAN, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menerima kunjungan perwakilan rePLANET, Phoenix Davies, yang didampingi oleh Amirul Tamim selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan usaha kredit karbon melalui pemulihan ekosistem mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe Selatan Pada, Kamis(29/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Phoenix Davies hadir sebagai pembicara dari rePLANET yang memaparkan potensi pengembangan proyek karbon biru (blue carbon) di Sulawesi Tenggara. Pembahasan ini menyoroti peluang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah triple-action carbon credits, yakni pengembangan kredit karbon yang mengedepankan tiga manfaat utama, yaitu pemulihan alam (nature-positive), kesejahteraan masyarakat (people-positive), dan keberlanjutan pangan (food-positive).

Konsep tersebut membuka peluang pemulihan kawasan mangrove melalui pengelolaan tambak yang tidak produktif atau terbengkalai. Melalui pendekatan ini, rehabilitasi lingkungan pesisir diharapkan dapat berjalan seiring dengan pengembangan usaha perikanan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

rePLANET, proyek SULTRA direncanakan mencakup tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara, yakni Konawe Selatan, Bombana, dan Muna. Proyek tersebut dirancang menyasar sekitar 4.500 hektare kawasan mangrove dan tambak, dengan potensi pengembangan kredit karbon sekitar 2,9 juta ton setara karbon dioksida selama periode proyek 40 tahun.

Dalam rencana pengembangannya, terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan. Pertama, mengembangkan tambak ramah lingkungan dengan memadukan penanaman mangrove dan budidaya perikanan. Kedua, memulihkan tambak terbengkalai menjadi kawasan mangrove melalui pengelolaan bersama masyarakat.

RePLANET juga menyampaikan rencana untuk menginvestasikan kembali 60 persen nilai penjualan kredit karbon kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat, dengan realisasi yang bergantung pada mekanisme pelaksanaan, kesepakatan para pihak, serta ketentuan yang berlaku.

Bagi Kabupaten Konawe Selatan, peluang pengembangan usaha kredit karbon dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, dan membuka potensi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Meski demikian, pelaksanaan proyek memerlukan kejelasan regulasi, status dan kewenangan lahan, mekanisme kerja sama, serta transparansi pembagian manfaat agar hak dan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.

Melalui pertemuan tersebut, potensi kredit karbon diharapkan dapat dikaji lebih lanjut sebagai peluang investasi yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyara kat di Kabupaten Konawe Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *