Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan komitmen penuh dan dukungan resmi terhadap pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lainea yang berada di wilayahnya. Hal tersebut ditegaskan dalam acara Sosialisasi Pengembangan dan Penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lainea yang dihadiri oleh pihak TNI, pimpinan OPD, para camat, kepala desa setempat, serta perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bertampat di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati, Kamis (29/10/2026).

Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran proyek energi bersih ini merupakan anugerah dan rahmat dari Allah SWT yang patut disyukuri, mengingat tidak semua daerah memiliki potensi sumber daya alam yang sama.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa di wilayah kita terdapat potensi panas bumi… Tentu ini adalah suatu rahmat dari Allah SWT yang patut kita syukuri, karena tidak semua daerah ini mendapatkan potensi sumber daya alam yang sama,” ujar Irham Kalenggo.
Bupati juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi serta koordinasi sejak dini guna membangun pemahaman dan kepercayaan semua pihak. Ia memastikan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi yang mandiri dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja, dana corporate social responsibility (CSR), serta pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah operasional.
“Untuk ekonomi daerah, proyek ini juga akan menyerap tenaga kerja lokal nanti ketika jadi. Itu sudah pasti, saya juga nanti minta kepada siapapun perusahaan nanti yang ditunjuk harus utamakan putra daerah kita,” tegas Bupati.
Sementara itu, Koordinator Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi Kementerian ESDM, Budi Heriyanto, SE, yang hadir mewakili kementerian, memaparkan bahwa pengembangan panas bumi merupakan pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung transisi energi menuju target Net Zero Emission pada tahun 2060.
“Pengembangan panas bumi menjadi salah satu pilar utama dalam mengakselerasi swasembada energi sekaligus menciptakan nilai tambah industri hijau di dalam negeri,” ungkap Budi Heriyanto.
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan potensi panas bumi di Lainea tidak hanya memperkuat ketahanan energi regional dan nasional, tetapi juga memberikan ruang fiskal yang sehat bagi pemerintah daerah melalui mekanisme penerimaan negara bukan pajak (PNBP), bonus produksi, serta program pemberdayaan masyarakat (community development).
Dengan dimulainya tahapan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan bersama Kementerian ESDM berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, dapat terus mengawal dan mendukung kelancaran proyek strategis nasional ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Konawe Selatan secara berkelanjutan. Kegiatan di akhiri dengan pemberian cinderamata antara Kementerian tersebut dan sebaliknya juga dari Pemkab Konawe Selatan.















