Daerah

12 Calon Pimpinan Ikuti Wawancara, Bupati Soppeng Tekankan Optimalisasi Penghimpunan Zakat

×

12 Calon Pimpinan Ikuti Wawancara, Bupati Soppeng Tekankan Optimalisasi Penghimpunan Zakat

Sebarkan artikel ini

Soppeng, Potretnusantara.co.id – Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, mendorong calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memastikan pengelolaannya memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan saat 12 calon pimpinan (capim) Baznas Kabupaten Soppeng mengikuti tahapan wawancara di Ruang Rapat Kantor Bupati Soppeng, Selasa malam (27/10/2026).

Suwardi Haseng menilai potensi zakat di Kabupaten Soppeng masih dapat dioptimalkan melalui strategi penghimpunan yang inovatif, terencana, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Dengan strategi pengelolaan yang lebih inovatif, masif, dan tepat sasaran, penerimaan dana umat diyakini mampu memberikan dampak yang jauh lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat serta bersinergi dengan program pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pimpinan Baznas yang terpilih nantinya tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan jumlah dana yang dihimpun. Mereka juga harus memastikan pendistribusian dan pendayagunaan zakat berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 12 peserta mengikuti wawancara sebagai bagian dari proses seleksi untuk menentukan calon pimpinan Baznas Kabupaten Soppeng. Dalam tahapan ini, para kandidat diuji terkait pemahaman terhadap regulasi pengelolaan zakat, kemampuan manajerial, strategi penghimpunan dana, serta mekanisme pendistribusian zakat yang efektif dan tepat sasaran.

Gagasan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat turut menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam proses seleksi tersebut.

Selain kompetensi, integritas dan akuntabilitas juga menjadi aspek penting dalam menentukan calon pimpinan yang mampu membawa Baznas menjadi lembaga pengelola dana umat yang profesional dan terpercaya.

Kemampuan menyusun program kerja yang terukur, transparan, dan berkelanjutan diharapkan menjadi bekal bagi kepengurusan mendatang. Dengan demikian, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat.

Seleksi pimpinan Baznas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran lembaga dalam mengelola dana umat secara optimal. Kepercayaan masyarakat dinilai penting agar semakin banyak pihak menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.

Ke depan, Baznas Kabupaten Soppeng diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan ZIS, memperluas jangkauan penerima manfaat, serta membangun sinergi dengan program pembangunan pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *