Pendidikan

Sukardi Weda Tawarkan Visi “Local to Go Global” di Pilrek UNM 2026

×

Sukardi Weda Tawarkan Visi “Local to Go Global” di Pilrek UNM 2026

Sebarkan artikel ini

Makassar, – Potretnusantara.co.id – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) 2026 mulai memasuki tahapan penting. Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM saat ini terus melakukan sosialisasi di sejumlah fakultas sebagai bagian dari rangkaian proses pemilihan.

Sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa bakal calon Rektor UNM. Mereka di antaranya Prof. Aslinda yang juga Wakil Rektor I UNM, Dr. Arifin Manggau selaku Wakil Rektor III UNM, Prof. Dr. Suwardi Annas yang merupakan Dekan FMIPA, Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, Guru Besar FMIPA UNM, Prof. D. Muhammad Jufri, mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM, Prof. Dr. Sukardi Weda, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM dan Prof. Dr. Hasmiyati, mantan Dekan FIKK UNM.

Di tengah dinamika Pilrek UNM tersebut, Sukardi Weda menawarkan gagasan yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola internal sekaligus mendorong UNM menembus panggung global.

Gagasan tersebut terangkum dalam visi “Local to Go Global”, yakni memperkuat fondasi UNM dari dalam sebelum membawa perguruan tinggi tersebut semakin kompetitif di tingkat internasional.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di kawasan Indonesia Timur yang dikenal sebagai pencetak tenaga pendidik, UNM dinilai memiliki modal akademik dan sumber daya manusia yang kuat. Ratusan ribu alumninya juga telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sukardi Weda berpandangan bahwa kekuatan tersebut harus dikelola melalui kebijakan yang inklusif dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh sivitas akademika.

“Program-program yang pro untuk semua, pro untuk sivitas akademika UNM. Tidak boleh ada bagian atau sivitas akademika UNM yang termarjinalkan,” demikian gagasan yang ditawarkan Sukardi Weda, Rabu (9/8/2026).

Menurutnya, dosen, pegawai, dan mahasiswa harus memperoleh fasilitas serta perhatian yang proporsional. Karena itu, pembenahan tata kelola lembaga, internasionalisasi, penguatan kemitraan, hingga peningkatan kualitas layanan menjadi bagian dari agenda yang disiapkan.

“Mulai dari dosen, pegawai, dan mahasiswa harus mendapatkan fasilitas dan kesejahteraan yang adil,” tegasnya.

Dorong UNM Menuju World Class University

Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian Sukardi Weda adalah internasionalisasi UNM. Ia mendorong kampus tersebut tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu meningkatkan posisi dan reputasinya di tingkat dunia.

Konsep tersebut diarahkan untuk menjadikan UNM sebagai salah satu pemimpin perguruan tinggi berkelas dunia atau World Class University Leader.

Namun, internasionalisasi menurutnya harus berjalan beriringan dengan pembenahan berbagai persoalan internal kampus. Penguatan tata kelola dan kualitas layanan menjadi fondasi sebelum UNM memperluas jejaring serta kemitraan internasional.

Di sisi lain, perhatian terhadap mahasiswa juga menjadi salah satu agenda yang ditawarkan. Salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan acara ramah tamah yang selama ini dilaksanakan di hotel.

Sukardi Weda menggagas agar kegiatan tersebut dikembalikan ke lingkungan kampus UNM. Menurutnya, pemindahan kegiatan ke hotel dapat memberikan beban tambahan kepada mahasiswa maupun alumni.

“Ramah tamah dikembalikan dari hotel ke Universitas Negeri Makassar. Selama ini, pelaksanaan ramah tamah di hotel sungguh sangat membebani mahasiswa,” ujarnya.

Wisuda Diusulkan Kembali Normal

Selain ramah tamah, persoalan pelaksanaan wisuda juga menjadi perhatian. Sukardi Weda menawarkan pola wisuda sarjana dan pascasarjana yang dilaksanakan secara lebih normal dan terjadwal sesuai kebutuhan.

Ia mengusulkan pelaksanaan wisuda dapat dilakukan empat hingga lima kali dalam setahun dengan pembagian gelombang berdasarkan jenjang pendidikan.

Misalnya, Wisuda Gelombang I diperuntukkan bagi alumni program sarjana dan vokasi, sedangkan Gelombang II bagi mahasiswa pascasarjana jenjang magister dan doktor. Pola tersebut kemudian dapat dilanjutkan pada gelombang berikutnya sesuai kebutuhan.

Dengan pola tersebut, jumlah wisudawan dalam satu gelombang dapat mencapai 2.000 hingga 3.000 orang atau lebih, bergantung pada jumlah lulusan yang telah memenuhi persyaratan.

Gagasan itu menjadi bagian dari tawaran Sukardi Weda dalam kontestasi Pilrek UNM 2026. Ia tidak hanya membawa agenda internasionalisasi, tetapi juga menekankan pembenahan internal, pemerataan layanan, kesejahteraan sivitas akademika, serta kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada mahasiswa.

“Mulai dari tata kelola lembaga, internasionalisasi, kemitraan, layanan yang berkualitas kepada semua, tanpa kecuali,” pungkas Sukardi Weda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *