News

PNM Polman Akan Didemo Besar-besaran Buntut Penyalahgunaan Data Nasabah 

×

PNM Polman Akan Didemo Besar-besaran Buntut Penyalahgunaan Data Nasabah 

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Komunitas Mahasiswa Kritis (KOMIK) Polman  menyoroti kembali aktivitas Kantor PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar Unit Wonomulyo setelah sebelumnya disegel dalam aksi unjuk rasa terkait dugaan penyalahgunaan data nasabah. Aksi Demostrasi yang akan digelar merupakan sebagai respon keras terhadap sikap PNM Mekaar Wonomulyo yang telah melanggar kesepakatan massa aksi dengan pihaknya. 

Ketua Basis KOMIK Polewali Mandar, Bung Nasrul, mengatakan pihaknya bersama para korban telah menyepakati tuntutan agar Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo ditutup dan tidak melakukan aktivitas operasional selama proses penyelesaian persoalan data nasabah berlangsung.

Kesepakatan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar pada Jumat (23/7/2026). Salah satu tuntutan massa adalah meminta PNM segera membersihkan nama-nama nasabah yang diduga menjadi korban penyalahgunaan data dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Nasrul, kesepakatan tersebut semestinya dijalankan PNM. Namun, setelah penyegelan yang sudah berlangsung semingguan sejak pertama kali di segel, pihaknya menerima laporan dari salah seorang korban mengenai pembukaan kembali kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo.

“Kami dari Komunitas Mahasiswa Kritis bersama para korban bersepakat menyampaikan kepada pihak PNM, apabila masih melihat ada aktivitas operasional yang berjalan, maka kami akan melakukan konsolidasi secara besar-besaran untuk melakukan kembali unjuk rasa,” kata Nasrul, Sabtu (1/8/2026).

Ia mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa kantor PNM kembali dibuka setelah gembok yang dipasang saat penyegelan dibuka secara sepihak. Aktivitas operasional disebut kembali berlangsung di kantor tersebut.

Ia menilai tindakan itu merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan yang dibuat saat aksi demonstrasi. Ia mengatakan penutupan kantor merupakan bagian dari tuntutan massa selama PNM menyelesaikan persoalan data nasabah dan bertanggung jawab terhadap nama baik para korban.

“Bagaimana pihak PNM telah melanggar kesepakatan bersama bahwa Kantor PNM Unit Wonomulyo ditutup atau disegel dan tidak ada aktivitas selama proses pembersihan data-data para nasabah serta bertanggung jawab terhadap nama baik para korban,” ujarnya.

Menurut Nasrul, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas kantor, tetapi juga menyangkut kepastian penyelesaian data nasabah yang diduga disalahgunakan.

Ia menegaskan KOMIK Polman bersama para korban akan menggelar Konsolidasi Akbar untuk menentukan langkah selanjutnya. Menurutnya Aksi Jilid II merupakan sebagai sikap gerakan serta penegasan tuntutan massa belum terpenuhi. Nasrul menegaskan aksi demonstrasi yang digelar jumlah massa akan lebih besar dari aksi sebelumnya di Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo

“Kami akan melakukan aksi unjuk rasa kembali secara besar-besaran dengan adanya pelanggaran yang dibuat oleh pihak PNM Unit Wonomulyo yang telah disepakati, dengan membuka segel dan melakukan pembobolan gembok secara sepihak serta melakukan aktivitas kembali,” tegas Nasrul.

Sebelumnya, aksi massa menuntut PNM menyelesaikan persoalan dugaan penyalahgunaan data nasabah yang mencuat di Unit Wonomulyo. Massa juga mendesak agar data atau nama nasabah yang menjadi korban segera dibersihkan dari catatan OJK.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak PNM Unit Wonomulyo mengenai tudingan pembukaan segel secara sepihak dan kembali beroperasinya kantor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *