Pendidikan

PKG di SDI Bangkowa Jangkau 51 Siswa, Dukung Asta Cita Presiden dalam Penguatan Kesehatan Anak Sekolah

×

PKG di SDI Bangkowa Jangkau 51 Siswa, Dukung Asta Cita Presiden dalam Penguatan Kesehatan Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini

Gowa, Potretnusantara.co.id – Tim Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) UPT Puskesmas Batumalonro melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak usia sekolah di SDI Bangkowa, Desa Baturappe, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta memperkuat peran pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Pada kelompok anak usia sekolah, kegiatan ini bertujuan melakukan skrining dan deteksi dini kondisi kesehatan peserta didik, sehingga berbagai faktor risiko maupun gangguan kesehatan dapat diketahui sejak awal dan segera mendapatkan tindak lanjut yang sesuai. Melalui deteksi dini tersebut diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik, serta mampu mengikuti proses pembelajaran secara maksimal.

Berdasarkan data pelaksanaan, SDI Bangkowa memiliki 105 orang siswa, sedangkan jumlah peserta yang hadir mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebanyak 51 siswa (48,6%). Adapun rincian kehadiran berdasarkan tingkat kelas yaitu:

Kelas I : 11 siswa dari total 20 siswa.
Kelas II : 7 siswa dari total 18 siswa.
Kelas III : 8 siswa dari total 18 siswa.
Kelas IV : 5 siswa dari total 10 siswa.
Kelas V : 10 siswa dari total 20 siswa.
Kelas VI : 10 siswa dari total 19 siswa.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Tim PKG UPT Puskesmas Batumalonro telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak sekolah sekitar satu minggu sebelum jadwal pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, pihak sekolah meneruskan informasi tersebut kepada orang tua/wali murid agar seluruh peserta didik dapat mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Meskipun berbagai persiapan telah dilakukan, tingkat kehadiran peserta masih belum mencapai target yang diharapkan.

Berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak sekolah dan sejumlah orang tua/wali, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya kehadiran siswa. Sebagian siswa maupun orang tua masih memiliki persepsi bahwa kehadiran tenaga kesehatan di sekolah identik dengan pelaksanaan imunisasi sehingga muncul rasa takut atau kekhawatiran. Padahal, kegiatan yang dilaksanakan adalah Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang berfokus pada skrining dan deteksi dini kondisi kesehatan peserta didik. Selain itu, terdapat pula beberapa siswa yang tidak dapat hadir karena harus menjaga adiknya di rumah sementara orang tua mereka sedang melaksanakan panen jagung, yang merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat di wilayah tersebut.

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pekerjaan rumah bagi Tim PKG UPT Puskesmas Batumalonro untuk terus memperkuat promosi kesehatan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tujuan Pemeriksaan Kesehatan Gratis sehingga tidak lagi muncul anggapan bahwa setiap kegiatan tenaga kesehatan di sekolah selalu identik dengan imunisasi. Pemahaman yang baik diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap program kesehatan yang dilaksanakan.

Di sisi lain, momentum pelaksanaan PKG juga menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam mencegah kesakitan, kecacatan, bahkan kematian akibat penyakit menular. Penyakit yang termasuk dalam kelompok PD3I antara lain tuberkulosis berat, hepatitis B, poliomyelitis (polio), difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, campak, rubela, pneumonia dan meningitis akibat Haemophilus influenzae tipe b (Hib), penyakit akibat infeksi pneumokokus, diare akibat rotavirus, Japanese Encephalitis (JE) pada wilayah sasaran, serta kanker leher rahim yang berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) sesuai dengan program imunisasi nasional. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi semakin meningkat sehingga cakupan imunisasi di wilayah kerja UPT Puskesmas Batumalonro juga semakin optimal.

Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SDI Bangkowa dipimpin oleh M. Nur Alfi Syahrir, S.K.M. selaku Penanggung Jawab (PIC) bersama tiga orang anggota tim yang memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan kesehatan dengan mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, serta pendekatan yang ramah terhadap peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, M. Nur Alfi Syahrir, S.K.M. menegaskan bahwa Pemeriksaan Kesehatan Gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Pemeriksaan Kesehatan Gratis bukan hanya sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi merupakan investasi bagi masa depan anak-anak kita. Melalui skrining kesehatan sejak dini, berbagai faktor risiko dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kami berharap seluruh orang tua, pihak sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung program ini sehingga setiap anak memperoleh haknya atas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masih adanya peserta didik yang belum mengikuti PKG akan menjadi perhatian serius bagi Tim PKG UPT Puskesmas Batumalonro.

“Bagi peserta didik yang belum sempat mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis sesuai jadwal, kami akan melakukan berbagai upaya optimalisasi melalui penjadwalan ulang kegiatan PKG pada sekolah-sekolah yang cakupannya belum mencapai 100 persen serta melakukan kunjungan rumah ke rumah kepada sasaran tertentu apabila diperlukan. Kami tidak ingin ada satu pun anak di wilayah kerja UPT Puskesmas Batumalonro yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Di sisi lain, kami juga akan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), karena pemahaman masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan seluruh program kesehatan,” tambahnya.

Tim PKG UPT Puskesmas Batumalonro menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai upaya skrining dan deteksi dini kondisi kesehatan. Oleh karena itu, bagi peserta didik yang belum sempat mengikuti PKG sesuai jadwal, tim akan melakukan berbagai upaya optimalisasi agar seluruh sasaran tetap memperoleh haknya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Upaya optimalisasi tersebut akan dilakukan melalui penjadwalan ulang Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada sekolah-sekolah yang cakupannya belum mencapai 100 persen, sehingga seluruh peserta didik yang belum sempat hadir tetap dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selain itu, Tim PKG juga akan melakukan kunjungan rumah rumah ke rumah terhadap sasaran tertentu apabila diperlukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh anak mendapatkan akses terhadap pelayanan PKG.

Momentum pelaksanaan PKG juga akan terus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat promosi kesehatan kepada masyarakat, termasuk memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan dukungan terhadap seluruh program kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Batumalonro semakin baik sehingga setiap anak memperoleh pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Tim PKG UPT Puskesmas Batumalonro berharap pelaksanaan kegiatan di SDI Bangkowa menjadi pembelajaran bersama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Besar harapan tim agar seluruh sekolah yang telah dijadwalkan di wilayah kerja UPT Puskesmas Batumalonro, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat), dapat memberikan dukungan penuh melalui koordinasi yang baik dengan orang tua/wali sehingga cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dapat mencapai 100 persen. Dengan cakupan pelayanan yang optimal, tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan memperoleh skrining kesehatan sebagai langkah awal dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatannya.

Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan orang tua/wali murid, diharapkan seluruh anak usia sekolah di wilayah kerja UPT Puskesmas Batumalonro dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing sebagai implementasi nyata Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *