Pendidikan

Menulis Jadi Benteng Kesehatan Mental, UNM dan SMPN 1 Sigeri Edukasi Remaja Hadapi Tekanan Era Digital

×

Menulis Jadi Benteng Kesehatan Mental, UNM dan SMPN 1 Sigeri Edukasi Remaja Hadapi Tekanan Era Digital

Sebarkan artikel ini

Pangkep, Potretnusantara.co.id – Di tengah derasnya arus media sosial yang kerap memicu tekanan emosional pada remaja, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggandeng SMP Negeri 1 Sigeri menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Menulis untuk Bertahan: Expressive Digital Writing untuk Penguatan Kesehatan Mental Remaja di Era Media Sosial”, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Generasi Sehat Mental, Berdaya di Era Digital” ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan menulis ekspresif sebagai sarana mengenali diri, menyalurkan emosi secara sehat, serta memperkuat ketahanan mental di tengah tantangan dunia digital.

Melalui metode expressive digital writing, para peserta diajak menuangkan pikiran dan perasaan secara jujur ke dalam tulisan yang bermakna. Pendekatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus media penguatan kesehatan mental bagi remaja.

Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Sigeri mulai pukul 09.00 WITA tersebut dipandu oleh Tim PKM UNM yang terdiri atas Muftihaturrahmah Burhamzah, S.S., M.Hum. selaku ketua pengabdi, serta Prof. Murni Mahmud, S.Pd., M.Hum., Ph.D dan Rahmat Burhamzah, S.Pd., M.M., Ak sebagai anggota.

Dalam kesempatan itu, Prof. Murni Mahmud menegaskan pentingnya membangun budaya menulis sejak dini sebagai investasi keterampilan masa depan.

“PKM ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan menulis sebagai aset masa depan. Jadikan menulis sebagai habit sehingga menulis menjadi kebiasaan yang selalu dirindukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep yang hadir membuka kegiatan memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadikan kemampuan menulis sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia menekankan bahwa menulis bukan hanya sarana berekspresi, tetapi juga dapat menjadi potensi yang mendukung ketahanan dan keberlangsungan hidup seseorang di masa depan.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada para peserta untuk terus menulis sebagai bagian dari proses pengembangan diri dan penguatan kesehatan mental.

“Menulis bukan sekadar kata, tapi langkah kecil untuk hidup yang lebih baik. Tulis, ekspresikan, bertahan, dan bangkit,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *