Pendidikan

STPN Buka Empat Prodi, Tawarkan Peluang Karier di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

×

STPN Buka Empat Prodi, Tawarkan Peluang Karier di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Sebarkan artikel ini

Sleman, Potretnusanatara.co.id – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka empat program studi (prodi) pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027. Keempat prodi tersebut dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang pertanahan, pengukuran dan pemetaan, tata ruang, serta administrasi pertanahan yang menjadi kebutuhan strategis nasional.

Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu menawarkan Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan.

Pada penerimaan tahun akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna yang terbagi dalam tiga jalur seleksi, yakni jalur umum sebanyak 260 orang, jalur tugas belajar atau pegawai negeri sipil (PNS) yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN sebanyak 60 orang, serta jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30 orang.

Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki minat pada bidang pengukuran, pemetaan, dan teknologi geospasial. Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari teknik pengukuran tanah, pengolahan data spasial, pemetaan digital, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, hingga penyajian informasi pertanahan berbasis teknologi.

Program studi ini dinilai cocok bagi lulusan SMA dengan kemampuan yang kuat pada bidang ilmu pengetahuan alam maupun lulusan SMK yang memiliki latar belakang Geomatika, Geologi, Komputer, dan bidang terkait.

Taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih program studi tersebut karena memadukan praktik lapangan dengan pemanfaatan teknologi modern.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” katanya.

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang tertarik pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, pelayanan pertanahan, serta pengelolaan data dan administrasi.

Mahasiswa pada program studi ini akan mempelajari penataan ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, administrasi pertanahan, serta analisis kebijakan di bidang agraria dan tata ruang.

Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengatakan ketertarikannya muncul dari keinginan memahami proses perencanaan dan penataan suatu wilayah.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.

Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) lebih menitikberatkan pada pengelolaan data pertanahan, administrasi, serta penyelenggaraan layanan publik di bidang pertanahan.

Mahasiswa akan mempelajari sistem pendaftaran tanah, manajemen data pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, kebijakan pertanahan, tata kelola administrasi, hingga pengembangan layanan publik yang efektif dan modern.

Rizaldi Secondia Putra, salah seorang taruna KMPT, mengatakan ketertarikannya pada program studi tersebut didasari minat terhadap aspek hukum dan kebijakan pertanahan.

“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah, dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat,” ucapnya.

Adapun Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga kebijakan pertanahan.

Program studi ini ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki minat pada isu-isu pertanahan dan kemampuan analitis dalam memahami regulasi serta hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan tanah sebagai sumber daya strategis.

Taruni asal Kabupaten Karangasem, Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengaku memilih program studi tersebut karena sesuai dengan minatnya terhadap kegiatan lapangan dan tantangan baru.

“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut pihak kampus, Program Studi Pertanahan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pertanahan dibandingkan program studi lain yang memiliki fokus lebih spesifik.

Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi stpn.ac.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *