Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Polman menggelar Bhakti Sosial Pelayanan Kesehatan Terpadu dalam rangka Hari Bhakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 di Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Polman, Dr. Aco Musaddad HM, yang hadir mewakili Bupati Polman H. Samsul Mahmud. Mengusung tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Dalam sambutannya, Dr. Aco Musaddad HM mengajak seluruh dokter yang tergabung dalam IDI untuk terus memperkuat peran kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
“Dokter harus jadi jembatan kemanusiaan yang meruntuhkan sekat pembatas akses kesehatan masyarakat,” ujar Aco.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan tenaga kesehatan, di antaranya dr. Aco Manaf, dr. Jamaluddin, dokter spesialis mata dr. Andi Ilyan Manggabarani, Sp.M, Ketua IDI Polman dr. Irwandi Muis, Sp.B, Sekretaris IDI Polman dr. Hj. Andi Emy Purnama Natsir, MMR, DPDK, para dokter spesialis dan dokter umum, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), perawat, Camat Wonomulyo, Plt Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Polman memperkenalkan sejumlah langkah strategis untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di daerah.
Salah satunya melalui program Tenaga Medis Serumpun, yakni pendekatan pelayanan kesehatan berbasis jemput bola dengan mengerahkan tenaga medis untuk mendatangi langsung masyarakat di desa-desa terpencil.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program tersebut difokuskan pada pendampingan ibu hamil hingga anak berusia dua tahun guna memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Dalam upaya mempercepat penanganan stunting, Pemkab Polman juga menerapkan kolaborasi berbasis **Hexa Helix** yang melibatkan berbagai unsur pembangunan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, komunitas masyarakat, media massa, hingga institusi keuangan.
Menurut Aco, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata sekaligus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Polewali Mandar.
Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat di wilayah pesisir maupun pelosok desa dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.














