Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, menegaskan bahwa transformasi Posyandu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan dasar masyarakat yang lebih mudah diakses dan terintegrasi.

Menurut Nurlita, Posyandu kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang melibatkan berbagai sektor.
Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi Pos Pelayanan Terpadu yang mendukung penyelenggaraan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pelayanan sosial dasar yang dilaksanakan secara terpadu di tingkat desa dan kelurahan. Kehadirannya bukan hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat,” ujar Nurlita.
Ia menjelaskan, kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan, lingkungan, kondisi tempat tinggal, hingga perlindungan dan sosial.
“Kami meyakini bahwa kualitas hidup masyarakat tidak hanya ditentukan oleh faktor kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh akses pendidikan, lingkungan yang layak, infrastruktur dasar, ketenteraman dan perlindungan sosial. Karena itu, Posyandu menjadi wadah pelayanan sosial dasar yang mengintegrasikan 6 bidang SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Melalui Posyandu, masyarakat dapat memperoleh informasi, konsultasi, pendataan, pemantauan, serta fasilitasi terhadap berbagai kebutuhan pelayanan dasar yang menjadi hak setiap warga negara,” jelasnya.
Nurlita juga mengimbau masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan Posyandu 6 Bidang SPM yang tersedia di wilayah masing-masing.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Posyandu sebagai pusat pelayanan sosial dasar yang dekat, mudah dijangkau, dan inklusif. Semakin aktif masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu, semakin cepat berbagai kebutuhan dasar dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti. Hal ini akan mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan transformasi Posyandu sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
“Posyandu adalah milik bersama, sehingga keberhasilannya membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga,” tambahnya.
“Transformasi Posyandu bukan sekadar penambahan jenis layanan, melainkan perubahan paradigma pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
Posyandu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, TP Posyandu, kader, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal. Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, kami optimistis Posyandu akan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Konawe Selatan SETARA melalui pelayanan dasar yang berkualitas.














