Pemerintahan

Harkitnas 2026: Bupati Konsel Soroti Ancaman Dunia Digital, Anak di Bawah 16 Tahun Kini Dibatasi Akses Medsos

×

Harkitnas 2026: Bupati Konsel Soroti Ancaman Dunia Digital, Anak di Bawah 16 Tahun Kini Dibatasi Akses Medsos

Sebarkan artikel ini

Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan untuk menegaskan pentingnya menjaga generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Konawe Selatan, Rabu (20/5/2026), Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menyoroti pergeseran ancaman bangsa dari persoalan kedaulatan wilayah menuju kedaulatan informasi dan ruang digital.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Irham Kalenggo selaku Inspektur Upacara dan diikuti unsur ASN, TNI, Polri, serta para pelajar.

Dalam kesempatan itu, Irham membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Ia menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas bangsa.

“Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Irham saat membacakan sambutan.

Irham juga memaparkan berbagai program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang disebut menjadi fondasi penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), lanjutnya, telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah sebagai upaya membangun fondasi fisik generasi masa depan. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pemerataan pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi untuk mengurangi ketimpangan kualitas SDM.

Di sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara luas dan merata. Sementara di bidang ekonomi desa, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru masyarakat, mulai dari akses pupuk, modal usaha, sembako hingga obat-obatan dengan harga terjangkau.

Salah satu isu yang paling mendapat perhatian dalam sambutan tersebut adalah perlindungan anak di ruang siber. Pemerintah, kata Irham, telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Bahkan, sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi demi menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan beretika.

Menutup sambutannya, Irham Kalenggo mengajak seluruh elemen masyarakat Konawe Selatan, mulai dari akademisi, praktisi hingga generasi muda, untuk menjadikan Asta Cita sebagai arah pembangunan daerah ke depan.

“Mari kita jadikan momentum Harkitnas ke-118 ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital di Konawe Selatan, dan memastikan setiap langkah kita berorientasi pada kemajuan bersama,” pungkas Irham.

Upacara peringatan Harkitnas ke-118 tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan Kabupaten Konawe Selatan di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *