Advertorial

Serius Tangani Banjir, Bupati Polman Kerahkan Excavator Pribadi Normalisasi Sungai

×

Serius Tangani Banjir, Bupati Polman Kerahkan Excavator Pribadi Normalisasi Sungai

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan banjir di wilayah perkotaan Polewali dengan menurunkan alat berat pribadi untuk melakukan pengerukan sungai di Lingkungan Kiri-Kiri, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Sabtu (9/5/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi banjir yang selama ini kerap melanda sejumlah kawasan di Kota Polewali saat intensitas hujan tinggi. 

Excavator milik pribadi Bupati terlihat sudah berada di lokasi dan siap digunakan untuk melakukan pengerukan sedimentasi sungai yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga dan badan jalan.

Kata Bupati Polman, Samsul Mahdmud, penggunaan alat berat pribadi itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam merespons keluhan masyarakat terkait banjir yang terjadi hampir setiap musim hujan.

“Alat berat pribadi saya turunkan untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Polewali. Ini bukti keseriusan kami dalam mengatasi banjir,” ujar Samsul Mahmud.

Bupati Polman menegaskan, alat berat yang digunakan bukan milik pemerintah daerah melainkan milik pribadinya yang sengaja dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan banjir di kawasan perkotaan.

Menurutnya, persoalan banjir di Polewali Mandar telah menjadi masalah tahunan yang membutuhkan penanganan bertahap dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya melakukan normalisasi sungai serta pembersihan saluran drainase agar aliran air kembali lancar.

“Sebelum kami menjabat, kawasan perkotaan memang menjadi langganan banjir ketika musim hujan. Karena itu kami terus berupaya melakukan penanganan secara bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Darma juga terus mendorong percepatan pengerukan dan normalisasi aliran sungai, khususnya di wilayah pemancingan hingga kawasan samping PLN yang selama ini rawan banjir.

Lurah Darma, Suryanti, menjelaskan bahwa rencana pengerukan sungai telah disurvei bersama sejumlah pihak, termasuk anggota dewan, guna melihat langsung kondisi di lapangan.

Menurutnya, pendangkalan dan penyempitan aliran sungai menjadi faktor utama terjadinya banjir di wilayah tersebut. Selain itu, tersumbatnya gorong-gorong akibat sampah juga menyebabkan air tidak dapat mengalir secara maksimal.

“Kalau gorong-gorong tersumbat sampah, otomatis air tidak bisa keluar secara lancar. Apalagi kalau hujan besar, pasti meluap ke jalan,” jelas Suryanti.

Ia menyebutkan, pengerukan direncanakan sepanjang kurang lebih 500 meter dengan lebar sekitar 6 meter, menyesuaikan kondisi di lapangan. 

Sedangkan bagian mulut sungai diperkirakan mencapai sekitar 600 meter. Suryanti juga mengungkapkan bahwa di beberapa titik terdapat bangunan warga yang berada di bantaran sungai sehingga menyebabkan penyempitan aliran air. Pemerintah kelurahan pun akan melakukan pendekatan kepada masyarakat terkait rencana normalisasi sungai tersebut.

Aliran sungai itu diketahui terhubung hingga ke arah depan SMA 3 dan sebagian menuju kawasan Bumi Raya. Pemerintah berharap pengerukan sungai dapat meningkatkan daya tampung air dan mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Kota Polewali.

Di akhir keterangannya, Samsul Mahmud berharap dukungan dan doa masyarakat agar program penanganan banjir dapat berjalan maksimal demi mewujudkan Polewali Mandar yang lebih baik.

“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Polman agar kami senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan supaya mampu mewujudkan Polman yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *