HukumKriminalNews

Imam Masjid Dikeroyok Usai Salat Ashar, Proses Penanganan Jalan Di Tempat

×

Imam Masjid Dikeroyok Usai Salat Ashar, Proses Penanganan Jalan Di Tempat

Sebarkan artikel ini

Palopo, Potretnusantara.co.id – Kasus dugaan penganiayaan terhadap Ahmad, Imam Masjid As-Salam Benteng, menyita perhatian publik setelah peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 15.50 WITA, sesaat setelah pelaksanaan Salat Ashar.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban keluar dari area masjid. Seorang ibu rumah tangga yang diduga ikut terlibat dalam penganiayaan terlihat menunjuk-nunjuk korban. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi pengeroyokan. Korban mengaku diserang secara brutal oleh sekelompok orang yang sebelumnya telah berkumpul di sekitar lokasi.

“Saya dipukul dari belakang. Setelah itu, saya balik dan mundur sedikit, kemudian saya terjatuh karena ada tumpukan pasir. Lalu saya dipukuli lagi bertubi-tubi, dada diinjak, bahkan ada yang menggunakan batu bata memukuli saya”, ungkap korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di area Pelipis, Wajah, Kepala dan Dada.

Diketahui, sebelum insiden terjadi, korban sempat menegur sekelompok anak-anak dan remaja yang membuat kegaduhan di dalam masjid dengan menggunakan pengeras suara. Teguran tersebut diduga menjadi pemicu awal ketegangan.

Pihak keluarga korban menyatakan telah melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian pada malam harinya di tanggal yang sama. Sejumlah barang bukti, termasuk hasil visum dan rekaman CCTV, juga telah diserahkan kepada penyidik.

Namun hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kasus oleh Unit Reskrim Polsek Wara Timur belum menunjukkan perkembangan signifikan. Upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian melalui pesan singkat (WA) juga belum mendapat tanggapan.

Keluarga korban mendesak agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan transparan. Penegasan terhadap proses hukum dinilai krusial, mengingat kasus ini tidak hanya menyangkut tindak kekerasan, tetapi juga rasa keadilan masyarakat.

Publik kini menanti langkah konkret dari Kepolisian—apakah proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya, atau justru terhenti di tengah sorotan yang semakin tajam.

Penulis: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *