Makassar, Potretnusantara.co.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa evaluasi triwulan I menjadi fase krusial dalam menentukan arah pembangunan dan kinerja OPD. Dalam rapat monitoring dan evaluasi APBD 2026, ia mengingatkan agar perencanaan dan pelaksanaan program saling terhubung dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan itu harus jelas bagaimana bentuknya, dan setelah direncanakan, pola eksekusinya seperti apa. Jangan sampai perencanaan tidak terkoneksi dengan pelaksanaan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari serapan anggaran, tetapi dari hasil nyata. “Program dan kegiatan harus mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, serta kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” ujarnya.
Munafri juga mengkritik pola kerja OPD yang masih sektoral dan berorientasi pada aktivitas semata. “OPD A, B, C itu tidak berdiri sendiri. Yang kita harapkan bukan penilaian per OPD, tapi akumulasi dampak dari seluruh kinerja pemerintah kota,” imbuhnya.
Menurutnya, evaluasi harus menghasilkan keputusan konkret. “Harus ada keputusan yang memberi tekanan agar di triwulan berikutnya ada perbaikan dan dampak nyata,” tegasnya lagi.
Ia menegaskan pentingnya orientasi pada outcome sesuai RPJMD. “Evaluasi harus berbasis outcome, bukan sekadar kegiatan OPD. Bukan hanya apa yang kita kerjakan, tapi apa dampak yang dihasilkan,” katanya.
Munafri juga mengingatkan pentingnya proses yang baik untuk hasil maksimal. “Kalau perencanaan dan proses administrasinya tidak baik, maka outcome-nya pasti tidak akan maksimal. Sebaliknya, kalau prosesnya kuat, hasilnya akan istimewa,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa triwulan I menentukan arah kerja ke depan. “Yang paling penting di triwulan pertama bukan capaiannya, tapi ketepatan arah. Kalau arah sudah benar, baru kita gas. Jangan sampai kita cepat, tapi salah arah,” ajaknya.
Di akhir, ia mengingatkan pentingnya indikator kinerja yang jelas. “Kalau tidak ada ukuran yang jelas, bagaimana kita tahu apakah yang kita lakukan ini sudah tepat atau tidak? Alat ukur ini yang akan menentukan arah perjalanan kita,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Makassar, Muh. Dahyal, melaporkan realisasi APBD triwulan I 2026 mencapai 11,07% (Rp465 miliar dari Rp4,2 triliun), dengan capaian fisik 11,36%. Pendapatan daerah mencapai 22,14% (Rp1,041 triliun dari Rp4,7 triliun), meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dalam pengelolaan pendapatan daerah,” ujarnya.













