DaerahPemerintahan

Jalan Seko Dapat Suntikan Dana Rp 68 Miliar dari Pusat Dan Daerah

×

Jalan Seko Dapat Suntikan Dana Rp 68 Miliar dari Pusat Dan Daerah

Sebarkan artikel ini

Lutra, Potretnusantara.co.id – Harapan panjang masyarakat di wilayah terpencil Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum resmi menggelontorkan tambahan anggaran sebesar Rp 48 miliar untuk pembangunan akses jalan menuju kawasan tersebut.

Kucuran dana itu melengkapi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang sebelumnya telah mengalokasikan Rp 20 miliar, sehingga total anggaran proyek strategis ini mencapai Rp 68 miliar.

Pembangunan jalan menuju Seko memang menjadi salah satu prioritas karena wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai daerah terisolasi dengan kondisi geografis pegunungan yang sulit dijangkau. Akses yang ada sebelumnya didominasi jalan tanah, berlumpur, serta jembatan darurat yang kerap menghambat mobilitas warga.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa proyek ini dikerjakan secara bertahap melalui skema kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, sinergi pendanaan ini menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.

“Pengerjaan jalan Seko melalui APBN telah dimulai, dan melalui APBD Provinsi juga akan berjalan. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penyelesaian jalan secara bertahap,” ujarnya.

Secara teknis, proyek ini mencakup peningkatan badan jalan, pengaspalan, serta penanganan titik rawan longsor di sejumlah segmen. Pembagian pekerjaan dilakukan antara pemerintah pusat dan provinsi, di mana Kementerian PU fokus pada peningkatan kualitas jalan, sementara Pemprov Sulsel menangani titik kritis seperti longsoran dan perbaikan tebing.

Pembangunan tahap awal ditargetkan rampung secara fisik pada tahun 2026, dengan penyelesaian akses penuh menuju Seko dilakukan secara bertahap hingga 2027.

Dengan terbukanya akses jalan ini, distribusi logistik di kawasan pegunungan tersebut diharapkan menjadi lebih lancar, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Selain itu, konektivitas yang semakin baik diyakini akan mempercepat pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan di wilayah yang selama ini terisolasi.

Penulis: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *