MAMUJU, POTRETNUSANTARA.co.id – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyebut tahun 2025 sebagai periode yang penuh makna sekaligus tantangan. Tahun ini menjadi awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga dalam menakhodai pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat.
Pasca dilantik, SDK dan Salim S. Mengga langsung dihadapkan pada berbagai persoalan sejak hari pertama memimpin. Meski demikian, SDK menegaskan seluruh tantangan tersebut dapat dilalui dengan baik berkat sinergi dan saling menguatkan antara gubernur dan wakil gubernur.
“Di awal kami bersama dengan Pak Wagub terlihat begitu besar tantangan itu, tapi kami optimistis bahwa kami akan boleh lalui tantangan sebesar apa pun, karena kami saling menguatkan, bukan saling meniadakan,” ujar SDK.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam malam silaturahmi dan refleksi akhir tahun yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Rabu (31/12/2025).
SDK mengungkapkan, salah satu tantangan utama di awal pemerintahan adalah kondisi keuangan daerah. Pemerintah Provinsi Sulbar, kata dia, memiliki keinginan untuk bergerak cepat dalam menjalankan program pembangunan, namun harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran.
“Di saat kami ingin berdua menggunakan gas yang maksimal, tapi BBM-nya ternyata dikurangi begitu besar,” ungkap SDK menggambarkan situasi tersebut.
Kondisi itu mendorong Pemprov Sulbar untuk bekerja lebih efisien dan selektif, dengan memprioritaskan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
SDK menjelaskan, keterbatasan tersebut turut tercermin dalam penyusunan APBD 2026. Pemerintah Provinsi Sulbar akan lebih memfokuskan anggaran pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta pemerataan pembangunan di enam kabupaten.
“Untuk lebih mengefisienkan dan memfokuskan APBD 2026 dalam rangka memicu pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan menciptakan rasa keadilan bagi enam kabupaten sebagai wilayah yang menjadi tanggung jawab kita,” jelasnya.
SDK mengakui pekerjaan ke depan tidak mudah dan menuntut kerja yang cerdas, fokus, serta penuh optimisme. Meski begitu, ia memastikan target pembangunan yang tertuang dalam visi maju dan sejahtera melalui misi Panca Daya tidak akan diturunkan.
“Saya tidak akan mengurangi target Panca Daya 2026 dengan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan satu persen setiap tahun,” tegasnya.
Acara refleksi akhir tahun tersebut dirangkaikan dengan pemutaran kaleidoskop capaian Pemerintah Provinsi Sulbar selama hampir satu tahun terakhir. Kegiatan itu turut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur Forkopimda Sulbar. (Rls)













