Pendidikan

Hendri Taufik : HMI Harus Kritis dan Solutif Terhadap Pembangunan di Selayar

×

Hendri Taufik : HMI Harus Kritis dan Solutif Terhadap Pembangunan di Selayar

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Hendri Taufik terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Selayar melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada Rabu, (28/10/2026). Usai terpilih, Hendri menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengaderan dan mengembalikan peran mahasiswa sebagai kontrol sosial di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hendri mengatakan, penguatan pengaderan menjadi salah satu prioritas kepengurusannya. Selain itu, ia berencana membenahi basis data kader untuk memastikan pendataan anggota HMI di Kepulauan Selayar berjalan lebih terstruktur.

“Insyaallah, dalam kepengurusan kami nantinya, pengaderan di Kepulauan Selayar akan dioptimalkan. Selain itu, basis data kader akan kami benahi berdasarkan jumlah mahasiswa asal Selayar yang telah mengikuti basic training,” kata Hendri.

Hendri bukan sosok baru dalam organisasi HMI. Ia memulai perjalanan organisasinya saat menempuh pendidikan tinggi di Makassar dan aktif di Komisariat STIEM Bongaya, HMI Cabang Makassar.

Selama berorganisasi, ia juga dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat melalui kegiatan pendampingan sosial kemasyarakatan.

Menurut Hendri, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan dan memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat. Karena itu, ia menilai HMI harus kembali memperkuat perannya sebagai organisasi yang kritis terhadap berbagai persoalan sosial.

“HMI harus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Kebijakan yang berlandaskan keadilan sosial akan kami kawal. Jika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, tentu akan kami sikapi sesuai dengan nilai-nilai perjuangan HMI yang termaktub dalam Nilai Dasar Perjuangan (NDP),” ujarnya.

Ia menegaskan, sikap kritis harus diiringi dengan kemampuan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, kehadiran HMI tidak hanya menjadi wadah penyampaian kritik, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan.

“HMI harus kritis dan solutif,” tegasnya.

Setelah pelantikan, Hendri bersama jajaran pengurus yang baru akan melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja. Program tersebut, kata dia, akan berlandaskan nilai-nilai dasar HMI yang tercermin dalam lima kualitas insan cita, yakni insan akademis, pencipta, pengabdi, bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab.

“Insyaallah, setelah dilantik, kami akan melakukan konsolidasi dan menyusun program-program yang berlandaskan nilai-nilai insan cita, yakni insan akademis, pencipta, pengabdi, bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab,” tutup Hendri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *