Makassar, Potretnusantara.co.id – Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) berhasil merampungkan perhelatan Celebes International Summit on Education and Culture yang telah berlangsung sukses selama tiga hari. Rangkaian kegiatan berskala internasional ini menghadirkan kolaborasi lintas negara dan institusi guna memperkuat sektor pendidikan dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut, turut digelar International Multidisciplinary Symposium on Southeast Asian Studies (IMSSEAS) 2026 yang berlokasi di Hotel Harper Perintis. Pada momentum ini, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak penyelenggara dengan delapan perguruan tinggi yang berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Kesuksesan acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi akademik, di antaranya Universitas Muhammadiyah Barru, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Institut Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad (IAI DDI) Sidenreng Rappang, serta FDCHT Binus University. Beberapa agenda kegiatan juga diketahui sukses dilangsungkan di area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Tidak hanya berfokus pada diskusi akademik, simposium ini juga menjadi ajang promosi budaya lokal berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros. Pemkab Maros memfasilitasi para peserta delegasi untuk melakukan sesi kunjungan wisata alam ke Kampung Berua, Rammang-rammang, serta kunjungan pengenalan sejarah dan budaya ke Ballaq Lompoa Marusu.
Dukungan internasional juga mengalir dari negara tetangga, salah satunya melalui kehadiran delegasi Koperasi Homestay Teluk Ketapang asal Malaysia. Delegasi yang turut berpartisipasi dan mendukung penuh kegiatan tersebut dijadwalkan bertolak kembali ke Kuala Lumpur pada Minggu (11/10/2026) malam.
Perwakilan penyelenggara, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dari awal hingga akhir acara.
“Alhamdulillah, terima kasih atas dukungannya sehingga kegiatan bisa berlangsung sukses,” ungkap Ismail Suardi Wekke, Minggu (11/10/2026).
Kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah daerah, dan mitra internasional ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memajukan pendidikan serta melestarikan kekayaan budaya di wilayah Sulawesi dan Asia Tenggara pada umumnya.














