Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Sebanyak 30 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Institut Hasan Sulur (IHS), Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus IHS, Kecamatan Wonomulyo, tersebut digelar selama dua hari, 13–14 September 2026. PKKMB tahun ini mengusung tema “Membentuk Generasi Unggul, Berkarakter, Inovatif, dan Berdaya Saing Global di Era Transformasi Digital.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor IHS, Agusniah Hasan Sulur. Pada hari pertama, sebanyak 30 mahasiswa baru tercatat mengikuti PKKMB dari total 45 orang yang mendaftar.
Di hadapan mahasiswa baru, Agusniah memperkenalkan IHS sebagai perguruan tinggi yang masih tergolong muda. Menurutnya, IHS yang berada di bawah Yayasan Hasan Sulur baru berusia sekitar satu tahun empat bulan.
“Usia kampus kita ini masih terbilang muda, satu tahun empat bulan. Walau begitu, daya saing kita tidak kalah dengan kampus-kampus yang ada di Polman, khususnya Sulbar,” ujar Agusniah di hadapan mahasiswa, Minggu (13/9/2026).
Agusniah mengatakan, IHS saat ini memiliki empat program studi, yakni S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi, D3 Keperawatan, dan S1 Administrasi Kesehatan.
Selain program pendidikan di dalam kampus, IHS juga menyediakan program magang luar negeri yang mulai berlaku pada tahun ini. Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar negeri.
“Di kampus kita juga ini ada program magang luar negeri dan sudah berlaku di tahun ini. Jadi anak-anak ku sekalian memiliki peluang magang di luar negeri,” katanya.
Dalam kegiatan PKKMB tersebut, Agusniah tidak hanya memperkenalkan lingkungan dan program pendidikan di IHS. Ia juga membagikan pengalaman serta perjalanan pendidikannya kepada mahasiswa baru.
Untuk membangun suasana interaktif, Agusniah mengajukan sejumlah pertanyaan kepada mahasiswa. Mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan tersebut diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat.
Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan.
Menurut Agusniah, pendidikan merupakan jembatan untuk membuka peluang. Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, melainkan juga membutuhkan kedisiplinan, komitmen, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar.
Ia berpesan agar mahasiswa tidak berhenti belajar setelah memperoleh pendidikan di bangku kuliah. Sebaliknya, mahasiswa harus menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk membangun karakter, mengembangkan kemampuan, dan terus belajar.(*/Ifn)












