Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan mulai melaksanakan kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan Kick Off Launching di Kecamatan Andoolo sebagai titik lokus pembukaan program yang ditargetkan menjangkau 37 lokus di seluruh wilayah Kabupaten Konawe Selatan.

Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan berlangsung di empat lokus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Amondo, Andoolo, dan Andoolo Utama. Program ini merupakan bagian dari strategi percepatan penemuan kasus TB secara aktif melalui pelacakan kontak yang dipadukan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Koordinator kegiatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes., mengatakan pelaksanaan tracing TB terintegrasi CKG menjadi langkah penting dalam memperluas cakupan skrining sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Hari ini kami melaksanakan Tracing TB Terintegrasi CKG di empat lokus pada wilayah kerja Puskesmas Amondo, Andoolo, dan Andoolo Utama. Kegiatan ini menjadi awal dari pelaksanaan di 37 lokus yang ditargetkan menjangkau seluruh Kabupaten Konawe Selatan, dengan titik launching berada di Kecamatan Andoolo,” ujarnya.
Tuberkulosis hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kesakitan dan kematian yang relatif tinggi. Penularan penyakit ini terjadi melalui udara sehingga anggota keluarga, kontak serumah, maupun kontak erat pasien TB memiliki risiko lebih besar untuk tertular. Karena itu, pelacakan kontak menjadi salah satu strategi utama dalam menemukan kasus secara dini sekaligus memutus rantai penularan.

Melalui integrasi dengan program CKG, masyarakat yang menjadi kontak serumah maupun kontak erat pasien TB tidak hanya menjalani skrining gejala tuberkulosis, tetapi juga memperoleh pemeriksaan kesehatan sesuai paket CKG, edukasi perilaku hidup sehat, penilaian faktor risiko penyakit tidak menular, serta rujukan apabila ditemukan indikasi penyakit lainnya.
Menurut Nurlita, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi TB.
“Integrasi tracing TB dengan Cek Kesehatan Gratis memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih komprehensif. Selain mempercepat penemuan kasus TB, kegiatan ini juga menjadi upaya deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih terpadu dan efisien,” katanya.
Pelaksanaan tracing TB yang terintegrasi dengan CKG juga mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui penguatan upaya promotif dan preventif. Program ini sejalan dengan target nasional eliminasi tuberkulosis pada 2030 serta peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Nurlita berharap seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaan program tersebut agar target penemuan kasus dan pengendalian penularan TB di Konawe Selatan dapat tercapai.
“Kami berharap seluruh masyarakat dan lintas sektor mendukung pelaksanaan tracing TB terintegrasi CKG ini, sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini, pengobatan lebih cepat diberikan, rantai penularan dapat diputus, dan target eliminasi TB di Konawe Selatan dapat terwujud,” pungkasnya.
















