DaerahLingkunganNews

Dampak El Niño Mulai Terasa, LBH GP Ansor Ingatkan Risiko Kebakaran TPST Bantargebang Dan TPA Sumur Batu

×

Dampak El Niño Mulai Terasa, LBH GP Ansor Ingatkan Risiko Kebakaran TPST Bantargebang Dan TPA Sumur Batu

Sebarkan artikel ini

Bekasi, Potretnusantara.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Bekasi mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah-langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Sabtu (4/7/2026).

Ketua LBH GP Ansor Kota Bekasi, Zaenudin, mengatakan peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya suhu udara akibat fenomena El Niño yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca panas dan kering dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran pada kawasan pengelolaan sampah.

Menurut Zaenudin, pemerintah perlu menjadikan peristiwa kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, sebagai pelajaran penting. Hingga Rabu kemarin (1/7/2026), kebakaran di lokasi tersebut dilaporkan masih sulit dipadamkan karena besarnya volume sampah dan titik api yang terus muncul.

“Kami mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pengelola sekaligus penanggung jawab TPST Bantargebang dan TPA Sumur Batu agar segera melakukan langkah-langkah mitigasi. Jangan sampai peristiwa seperti yang terjadi di TPA Jatiwaringin terulang di Bantargebang maupun Sumur Batu”, ujar Zaenudin.

Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan suhu di area timbunan sampah, penyediaan sumber air dan peralatan pemadam yang memadai, patroli rutin, hingga penyusunan prosedur tanggap darurat yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Zaenudin menegaskan bahwa potensi kebakaran di TPST Bantargebang tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain luasnya kawasan dan tingginya volume sampah yang ditampung setiap hari, lokasi tersebut juga menghasilkan gas metana dalam jumlah besar yang berpotensi memperbesar risiko apabila terjadi kebakaran.

“Apabila kebakaran terjadi di TPST Bantargebang maupun TPA Sumur Batu, dampaknya bukan hanya terhadap operasional pengelolaan sampah, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat sekitar, menimbulkan pencemaran udara yang luas, serta berpotensi memicu bencana lingkungan yang lebih besar”, katanya.

LBH GP Ansor Kota Bekasi juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah, memperkuat sistem deteksi dini kebakaran, serta memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut Zaenudin, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia berharap langkah antisipatif dilakukan sebelum terjadi bencana, bukan setelah kebakaran meluas dan sulit dikendalikan.

Penulis: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *