Pemerintahan

Gerakan Literasi Konsel Diperkuat dari Rumah hingga Desa, Ribuan Buku Disalurkan dan Posyandu Disulap Jadi Pusat Edukasi

×

Gerakan Literasi Konsel Diperkuat dari Rumah hingga Desa, Ribuan Buku Disalurkan dan Posyandu Disulap Jadi Pusat Edukasi

Sebarkan artikel ini

Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Upaya membangun generasi cerdas dan berdaya saing terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, pemda menggelar kegiatan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi pada Satuan Pendidikan Dasar dan Masyarakat serta Praktek Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial di Kecamatan Andoolo Barat, Kamis (18/6/2026).

Mengusung tema “Literasi Inklusif, Desa Produktif Konawe Selatan Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat budaya baca sekaligus memperluas akses literasi hingga ke pelosok desa. Hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Literasi Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konawe Selatan Setia Ningsih, Camat Andoolo Barat, kader PKK, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya, Bunda Literasi Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, menegaskan bahwa penguatan literasi tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keluarga harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan kebiasaan membaca dan membentuk karakter anak sejak dini.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Kita harus memposisikan rumah sebagai lingkungan ramah literasi. Langkahnya tidak harus rumit, bisa dimulai dari hal sederhana seperti gerakan membaca bersama selama 15 menit setiap hari,” ujar Nurlita.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan ruang literasi yang mudah diakses, mulai dari lingkungan desa hingga Posyandu. Menurutnya, budaya baca yang tumbuh kuat akan menjadi modal penting dalam mencetak generasi Konawe Selatan yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konawe Selatan, Setia Ningsih, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai inovasi guna mengatasi tantangan geografis dan keterbatasan akses bacaan di sejumlah wilayah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengembangkan fungsi Posyandu sebagai pusat layanan edukasi masyarakat selain pelayanan kesehatan.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara Perpustakaan Daerah sebagai penyedia koleksi dan fasilitas bacaan, satuan pendidikan sebagai penggerak literasi dasar, serta pemerintah desa sebagai fasilitator di tingkat masyarakat.

“Untuk memastikan program ini berjalan optimal, kami mendistribusikan ribuan buku berkualitas yang didukung langsung oleh Perpustakaan Nasional. Selain itu, armada perpustakaan keliling juga terus dioptimalkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil,” jelas Setia Ningsih.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konawe Selatan menargetkan pemerataan akses literasi di puluhan desa. Kehadiran ribuan koleksi bacaan yang lebih dekat dengan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kapasitas warga dalam berbagai bidang.

“Pada akhirnya, peningkatan literasi ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan produktivitas desa secara berkelanjutan, selaras dengan visi Konawe Selatan yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya.

Program literasi berbasis inklusi sosial ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam menjadikan literasi bukan sekadar budaya membaca, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat untuk mendorong kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *