Advertorial

Kebakaran Rumah di Tapango Barat Tewaskan Lansia 90 Tahun, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

×

Kebakaran Rumah di Tapango Barat Tewaskan Lansia 90 Tahun, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Dusun 3 Taheo, Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (2/6/2026) siang. Dalam peristiwa tersebut, seorang lansia berusia 90 tahun meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah yang terbakar.

Korban diketahui bernama Rakiman (90). Saat kebakaran terjadi, korban yang dalam kondisi sakit dan tidak berdaya tidak sempat menyelamatkan diri ketika api dengan cepat melalap bangunan rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari material tripleks di bagian belakang rumah yang tiba-tiba terbakar. Karena sebagian besar bangunan menggunakan material yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh rumah yang dihuni satu kepala keluarga tersebut.

Kepala Desa Tapango Barat, Abdul Hamad, S.Sos., menjelaskan bahwa pemilik rumah, Nasiyah (65), pertama kali menyadari adanya kobaran api dan segera berusaha menyelamatkan diri bersama anak perempuannya yang berusia 30 tahun.

“Warga Dusun 3 Taheo sempat geger karena api begitu cepat membesar dari area belakang rumah. Karena panik, Ibu Nasiyah langsung berlari keluar menyelamatkan diri bersama anaknya. Namun, karena situasi sangat mencekam, Ibu Nasiyah tidak menyadari bahwa suaminya, Bapak Rakiman (90), masih tertinggal di dalam rumah. Korban dalam kondisi sakit-sakitan dan sudah tidak berdaya, sehingga tidak mampu mengevakuasi diri secara mandiri hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di dalam rumah,” ujar Abdul Hamad kepada petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Menurut Abdul Hamad, warga setempat segera bergotong royong memutus aliran listrik di sekitar lokasi untuk mencegah api merambat ke rumah-rumah lainnya. Warga juga langsung menghubungi posko pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 12.07 WITA dan petugas langsung bergerak menuju lokasi.

“Laporan resmi masuk pada pukul 12.07 WITA. Kami segera menginstruksikan personel Regu B untuk berangkat, disusul Pos Damkar Kecamatan Wonomulyo. Seluruh unit telah siap dan berangkat pada pukul 12.10 WITA. Dengan response time 15 menit, tepat pukul 12.25 WITA sebanyak empat unit armada pemadam gabungan yang terdiri dari tiga unit Pos Induk Polewali dan satu unit Pos Cabang Wonomulyo tiba di lokasi dan langsung melaksanakan operasi pemadaman,” kata Imran.

Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung lancar berkat dukungan berbagai pihak. Selain personel Damkar Polman, operasi penanganan kebakaran juga melibatkan TNI Babinsa, Polsek Tapango, PLN, serta tim medis dari Puskesmas Perawatan Pelitakan yang menyiagakan dua unit ambulans.

Petugas berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 20 menit melalui berbagai metode pemadaman, mulai dari pendinginan (cooling), penyelimutan (smothering), teknik urai, lokalisasi area, hingga pemutusan rantai unsur api menggunakan media air.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu, jenazah Rakiman berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan bersama warga setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *