Oleh: Ikmal Saranani
Kepala Biro Konawe Selatan (Potretnusantara.co.id)
Opini Publik, Potretnusantara.co.id – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum ini bukan hanya seremoni tahunan yang dipenuhi spanduk, ucapan, dan kegiatan formal semata. Lebih dari itu, Hari Lahir Pancasila adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali sejauh mana nilai-nilai luhur yang menjadi dasar negara ini benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila lahir dari pergulatan pemikiran para pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia berdiri di atas fondasi persatuan, keadilan, kemanusiaan, demokrasi, dan ketuhanan. Nilai-nilai tersebut dirancang bukan hanya untuk dibaca dalam teks, tetapi untuk menjadi pedoman dalam setiap tindakan warga negara.
Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, tantangan terhadap nilai-nilai Pancasila semakin kompleks. Arus informasi yang tidak terbendung sering kali memunculkan polarisasi, ujaran kebencian, hingga perpecahan yang mengancam persatuan bangsa. Pada saat yang sama, semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia mulai terkikis oleh sikap individualisme yang semakin menguat.
Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila harus dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan. Pancasila mengajarkan bahwa keberagaman bukanlah ancaman, melainkan kekuatan yang harus dirawat. Perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjatuhkan, tetapi harus menjadi energi untuk membangun Indonesia yang lebih maju.
Sebagai generasi penerus bangsa, kaum muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga eksistensi Pancasila. Mereka harus mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan toleransi, menghormati perbedaan, serta aktif menciptakan ruang-ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat.
Di daerah-daerah, termasuk di Konawe Selatan, nilai-nilai Pancasila sesungguhnya masih hidup dalam berbagai aktivitas sosial masyarakat. Tradisi gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan semangat musyawarah menjadi bukti bahwa Pancasila bukan konsep yang jauh dari kehidupan rakyat. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuannya merawat keberagaman dalam bingkai persatuan. Ketika seluruh elemen bangsa mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, maka cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.
Pada akhirnya, Pancasila bukan hanya warisan sejarah, melainkan kompas moral yang akan selalu relevan bagi perjalanan bangsa. Tugas kita hari ini bukan sekadar menghafal lima silanya, tetapi menghadirkannya dalam sikap, perilaku, dan keputusan yang kita ambil setiap hari.
Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
“Pancasila adalah jiwa bangsa, pemersatu keberagaman, dan fondasi menuju Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat”.













