Advertorial

Wabup Polman Minta CPNS Jadi ASN Profesional dan Adaptif terhadap Teknologi

×

Wabup Polman Minta CPNS Jadi ASN Profesional dan Adaptif terhadap Teknologi

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Wakil Bupati Polewali Mandar menekankan pentingnya membangun aparatur sipil negara (ASN) yang adaptif, profesional, dan melek teknologi saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX yang digelar bersama BBPK-APDN IV Makassar, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BBPK-APDN IV Makassar Sugiarto, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala BKPSDM Polewali Mandar beserta jajaran, para widyaiswara, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta Latsar CPNS.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyebut peserta Latsar merupakan generasi baru birokrasi yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam sistem pelayanan pemerintahan di Polewali Mandar.

“Saudara adalah generasi baru birokrasi Polewali Mandar. Saudara harus menjadi ASN yang adaptif, profesional, melek teknologi, dan mampu bekerja cepat serta tepat,” tegasnya.

Ia mengatakan tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik. Karena itu, ASN dituntut tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga mampu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa ASN kini berada dalam sorotan publik. Menurutnya, masyarakat semakin kritis dan perkembangan media sosial membuat perilaku aparatur negara mudah menjadi perhatian masyarakat luas.

Ia mencontohkan penggunaan media sosial oleh ASN yang harus tetap memperhatikan etika serta tidak mengganggu jam kerja. Meski media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, komunikasi pemerintah, dan promosi program daerah, penggunaannya harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan, melainkan menerima amanah negara dan tanggung jawab untuk melayani masyarakat.

“Masyarakat melihat ASN digaji dari uang rakyat. Karena itu ASN harus menunjukkan kinerja yang benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan birokrasi. Ia meminta para CPNS tidak mengikuti pola kerja lama yang dinilai kurang produktif dan dapat menghambat kemajuan organisasi.

“Kalau birokrasi ingin maju, maka ASN mudanya harus berani berubah,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta Latsar mengikuti proses pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, integritas dan kontribusi nyata merupakan hal utama yang membuat seorang ASN dihargai masyarakat, bukan semata-mata pangkat ataupun jabatan.

“Bekerjalah bukan sekadar hadir, tetapi hadir untuk memberi manfaat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *